Jakarta -

Divonis hanya punya waktu hidup 30 hari karena kanker, pria ini berhasil pulih. Kini ia mencari nafkah dan berjuang membuka gerai mie bersama istrinya.

Seorang pria di Singapura berhasil melewati masa sulit setelah divonis mengidap kanker stadium akhir. Sempat disebut hanya memiliki waktu hidup sekitar 30 hari, kini ia menjalankan gerai mie bersama istrinya meski mengalami banyak kesulitan.

Dilansir dari Mothership (08/09/2026), Chen Yongseng (48) didiagnosis mengidap kanker nasofaring pada 2018. Sebelumnya, ia bekerja sebagai petugas pemeliharaan di sebuah pabrik selama delapan tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setahun sebelum diagnosis tersebut, Chen kehilangan saudara perempuan dan ibunya yang meninggal masing-masing pada 2017 dan 2018. Chen mengatakan dokter menyebut kesedihan yang dialaminya mungkin menjadi salah satu pemicu penyakitnya.

Divonis Cuma Hidup 30 Hari karena Kanker, Pria Ini Bangkit dan Jualan MieDivonis Cuma Hidup 30 Hari karena Kanker, Pria Ini Bangkit dan Jualan Mie Foto: Site Culinary/Visual

Pada Juni 2018, berat badan Chen turun drastis. Lingkar pinggangnya menyusut dari 30 inci menjadi 26 inci. Ia kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapat kabar mengenai diagnosisnya keesokan hari.

"Dokter juga menyampaikan kabar buruk kepada saya. Waktu hidup saya hanya sekitar 30 hari lagi," ungkap Chen.

Ia memilih tidak memberi tahu keluarganya agar mereka tidak khawatir. Chen bahkan pergi sendiri menggunakan kereta untuk menjalani total 37 sesi kemoterapi dan radioterapi.

Memasuki hari ke-20 pengobatan, kondisinya memburuk. Ia kesulitan makan dan berjalan hingga membutuhkan bantuan selang. Meski demikian, Chen mengaku sempat bangun pukul 04.00 untuk berjualan puding tahu selama menjalani pengobatan.

Ia bertekad bertahan demi ayahnya dan tidak menyerah sebelum berjuang. Setelah menjalani pengobatan dan pemulihan selama dua tahun, kanker Chen akhirnya mengalami remisi.

Perjuangannya juga ditemani sang istri, Awen. Chen bertemu wanita asal Vietnam tersebut di sebuah warung pinggir jalan di Vietnam pada 2016. Keduanya kemudian menjalani hubungan jarak jauh selama dua tahun dan menikah pada 3 Agustus 2018.

"Saya sangat bahagia melihatnya pulih," ujar Awen.

Kini Chen dan Awen mengelola Xiao Wen Ban Mian di Blok 504 Yishun Street 51, menyajikan hidangan mee pok khas Singapura. Awen mengajarinya membuat mie setelah Chen kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kondisi kesehatannya.

Divonis Cuma Hidup 30 Hari karena Kanker, Pria Ini Bangkit dan Jualan MieDivonis Cuma Hidup 30 Hari karena Kanker, Pria Ini Bangkit dan Jualan Mie Foto: Site Culinary/Visual

Ia mengaku biaya sewa gerainya di kedai kopi di Singapura mencapai S$6.000 (Rp83,6 juta) per bulan, sedangkan pendapatan harian dari kedai mie hanya sedikit di atas S$300 (Rp4,2 juta). Kondisi tersebut membuat usahanya masih mengalami kerugian selama dua bulan terakhir.

Meski mengalami banyak kesulitan dan tantangan Chen dan Awen tak pantang menyerah. Keduanya juga bergantian menjaga gerai jika pegawai mereka mendadak tidak masuk kerja.

Sampai sekarang, gerainya masih mengalami kerugian selama dua bulan terakhir. Chen berharap suatu hari bisa pindah ke hawker centre atau pujasera agar mendapat subsidi biaya sewa dan mengurangi beban biaya operasional.

(sob/adr)