Ditanya soal pilkada, Bupati Gumas sebut 'Belanda' masih jauh
Selasa, 15 September 2026 16:07 WIB
Bupati Gumas Jaya S Monong. ANTARA/HO-Diskominfosantik Gumas.
Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya Samaya Monong menyatakan belum memikirkan kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
"Masih jauh. 'Belanda' masih jauh," ucapnya sembari tertawa saat ditemui awak media di Kuala Kurun, Senin.
Sebagai informasi, Jaya telah menjabat sebagai Bupati Gumas selama dua periode berturut-turut. Di media sosial, namanya belakangan digadang-gadang berpeluang maju ke kontestasi Pilkada Kalteng.
Meski demikian, ia mengaku saat ini lebih memilih untuk fokus menuntaskan program pembangunan di Gumas, sesuai visi dan misi yang telah dicanangkan.
"Kalau saya lebih fokus dulu untuk membangun Gumas, sesuai visi dan misi," katanya.
Di sisi lain, sebagai Ketua Golkar Gumas, Jaya juga dihadapkan pada tugas untuk memikirkan sosok yang akan diusung partai berlogo beringin itu di Pilkada Gumas mendatang. Sebab, dirinya sudah tidak bisa lagi maju sebagai calon bupati karena telah menjabat dua periode.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa apa pun dinamika politik ke depan, fokusnya saat ini tetap pada penyelesaian program-program pembangunan di Gumas.
Sebagai catatan, Jaya pertama kali menang Pilkada Gumas pada 27 Juni 2018 berpasangan dengan Efrensia LP Umbing, meraih 22.547 suara terbanyak, mengungguli pasangan Lohing Simon-Suprapto Sungan dan Rony Karlos-Gaya. Keduanya dilantik oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada 28 Mei 2019 untuk periode 2019-2024.
Usai masa jabatan berakhir, Herson B Aden sempat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Gumas. Pada Pilkada Gumas 2024, pasangan Jaya-Efrensia kembali menang dengan perolehan 32.286 suara, unggul atas pasangan Kusnadi B Halijam-Daldin yang memperoleh 27.103 suara, berdasarkan penetapan resmi KPU Gumas.
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.