"Dengan adanya bazar di kecamatan, maka setiap kecamatan akan memiliki spot bazar UMKM yang bisa menjadi ciri khas masing-masing,"

Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep kegiatan bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM) di enam kecamatan untuk mengakomodasi produk unggulan pelaku UMKM di setiap kecamatan.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi (Disprikop) UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Jumat, mengatakan, bazar UMKM di setiap kecamatan juga bertujuan untuk mempromosikan produk lokal, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dengan adanya bazar di kecamatan, maka setiap kecamatan akan memiliki spot bazar UMKM yang bisa menjadi ciri khas masing-masing," katanya di usai menghadiri pembukaan bazar UMKM dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat dipusatkan di Lapangan Sangkareang, pada 25 Juli 2026.

Jemmy mengatakan, konsep pembuatan bazar UMKM di setiap kecamatan berawal dari banyaknya pelaku UMKM yang ingin ikut serta dalam setiap kegiatan bazar. Namun karena keterbatasan fasilitas, terutama stan, mereka harus dikurasi semaksimal mungkin.

Karena itu, untuk merealisasikan bazar UMKM di setiap kecamatan, saat ini pihaknya mulai memetakan lokasi-lokasi di setiap kecamatan yang bisa menjadi pusat pelaksanaan bazar UMKM.

Misalnya di Kecamatan Ampenan bisa dipusatkan di Ampenan Huis, Kecamatan Mataram di Sangkareang, dan titik-titik lainnya.

Untuk mendukung program tersebut, pihaknya akan memfasilitasi pelaku UMKM berupa tenda, meja, kursi, dan jaringan internet atau wifi agar masyarakat bisa melakukan transaksi secara online.

"Semua pelaku UMKM, saat ini sudah difasilitasi pembayaran nontunai melalui aplikasi QRIS yang memudahkan transaksi sekaligus mengantisipasi peredaran uang palsu," katanya.

Sementara untuk waktu pelaksanaan, katanya, juga akan dikaji. Apakah setiap hari dari pagi sampai malam, dari sore sampai malam, atau hanya pada akhir pekan.

"Waktu kegiatan bazar di enam kecamatan itu, kami sesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil kajian ke depan," katanya.

Sedangkan untuk pencanangan program tersebut, Jemmy menargetkan bisa dilaksanakan pada awal tahun 2027. Untuk tahun 2026, pihaknya fokus menyiapkan konsep dan anggaran secara matang.

"Kami optimistis, awal 2027, konsep bazar UMKM di enam kecamatan se-Kota Mataram siap diimplementasikan," katanya.
 

Pewarta : Nirkomala
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026