Garut (ANTARA) - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan adanya Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Akar Wangi menjadi kebanggaan untuk membuktikan kepastian asli diproduksi di Garut yang akhirnya dapat menguatkan nilai pasar di pasar mancanegara.

"Ini merupakan langkah besar dalam memastikan bahwa hanya akar wangi yang dihasilkan dari Kabupaten Garut yang memiliki nilai pasar di masyarakat," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Sabtu.

Ia menuturkan, pemerintah daerah secara resmi menerima berkas kelengkapan Sertifikat IG Akar Wangi Garut dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat.

Sertifikat IG itu, kata dia, bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan suatu produk atau komoditas yang identik atau terafiliasi dengan wilayah tertentu.

Ia mengatakan, adanya sertifikat itu menjadi kekuatan hukum seperti halnya mematenkan produk yang tentunya tidak boleh ditiru apalagi mengeklaimnya.

"Dalam perdagangan, keberadaan IG memiliki kekuatan hukum yang sama seperti halnya merk dagang yang tidak bisa digunakan ataupun diduplikasi oleh pihak lain," katanya.

Ia berharap, produk tanaman akar wangi dari Garut yang biasa diolah untuk menjadi minyak atsiri itu dapat semakin berkembang maju yang akhirnya bisa memberikan kesejahteraan bagi petaninya.

Pembeli di pasar mancanegara, kata dia, tentunya akan memiliki kepastian yang jelas terhadap produk akar wangi yang dibelinya merupakan dari Garut.

"Pemberian Sertifikat IG juga memberikan jaminan kepastian kepada konsumen, bahwa barang yang dibeli dalam hal ini akar wangi, itu dihasilkan dari Kabupaten Garut," katanya.

Dispertan Garut mencatat pada 2025 lahan akar wangi di Garut seluas 168 hektare tersebar di lima kecamatan yakni Leles, Samarang, Pasirwangi, Bayongbong, dan Cilawu dengan produksi 6,33 ton akar wangi.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.