Dispar Sleman optimistis target delapan juta wisatawan pada 2026 terealisasi
Jumat, 7 Agustus 2026 16:49 WIB
Wisata Jeep di Kaliurang, Kabupaten Sleman, DIY. ANTARA/Hendra
Sleman (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, optimistis mampu mengawal pencapaian target tahunan daerah yang berada di kisaran 8 juta kunjungan karena hingga semester I 2026 telah menembus angka sekitar 4,8 hingga 4,9 juta wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto di Sleman, Jumat, mengungkapkan tren kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara menunjukkan pergerakan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Secara year-on-year (YoY), kunjungan wisatawan Nusantara (WNI) mengalami kenaikan sebesar 14,11 persen, sementara wisatawan mancanegara (WNA) naik 8,25 persen," kata Kus Endarto.
Ia mengatakan berdasarkan analisis dan proyeksi yang disusun Dinpar Sleman hingga akhir Desember 2026, terdapat tiga skenario capaian target kunjungan, yakni target konservatif 8,46 juta wisatawan, target moderat 8,96 juta wisatawan dan target optimistis 9,46 juta wisatawan.
Kendati demikian, Kus menggarisbawahi sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan pada semester kedua dari Juli–Desember, di antaranya faktor cuaca panas ekstrem yang dapat menurunkan minat masyarakat beraktivitas di luar ruangan (outdoor), serta kondisi tekanan ekonomi masyarakat secara umum.
"Untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi dan retribusi sektor pariwisata, Dinpar Sleman menekankan pentingnya penyelenggaraan kegiatan hiburan dan konser musik skala besar yang diselenggarakan secara utuh di wilayah Sleman," katanya.
Kus Endarto mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini dipandang krusial agar daerah tidak hanya menerima dampak sekunder dari tingkat hunian hotel (pajak hotel dan restoran), melainkan juga memperoleh Kontribusi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa kesenian dan hiburan.
Sebagai gambaran evaluasi pada gelaran event besar seperti Prambanan Jazz baru-baru ini, porsi terbesar pajak hiburan masuk ke wilayah tetangga (Klaten) tempat panggung acara digelar. Sementara Sleman hanya menangkap potensi limpahan wisatawan yang menginap dan berbelanja kuliner.
"Perkiraan kami, dari total pengunjung event besar, sekitar 50 persen berasal dari luar daerah, dan dari jumlah itu hanya sekitar 30 persen yang memanfaatkan jasa akomodasi hotel di Sleman. Dampak ekonominya tetap ada, tetapi belum optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.
Oleh karena itu, strategi ke depan Dinpar Sleman adalah mendorong keterlibatan pihak swasta dan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk merancang event terpadu.
"Arah kita ke depan adalah bagaimana menghadirkan hiburan di Sleman. Sehingga pajak hiburan, pajak hotel, hingga pajak makan-minum (restoran) semuanya terserap di Sleman. Dampaknya bagi perekonomian warga dan daerah tentu akan jauh lebih luar biasa," kata Kus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dispar Sleman optimistis target 8 juta wisatawan pada 2026 terealisasi
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026