Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan tingkat kunjungan wisatawan saat Festival Kota Tua Ampenan dan Festival Gendang Beleq di Teras Udayana bisa mencapai 5.000 orang.

"Tingkat kunjungan wisatawan dan masyarakat saat dua event yang akan kami gelar di bulan November bisa mencapai 3.000, bahkan hingga 5.000 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra, di Mataram, Jumat,

Dia menyampaikan, Festival Kota Tua Ampenan dijadwalkan berlangsung selama enam hari, yakni tanggal 16-21 November 2026. Festival tersebut digelar sebagai ajang promosi wisata, dan melestarikan warisan budaya dan sejarah Kota Tua Ampenan.

Selama enam hari, katanya lagi, kegiatan Festival Kota Tua Ampenan akan menghadirkan berbagai acara seni dan budaya, yang meliputi Mataram Sunset Carnaval, Mataram Heritage Walk, penampilan musisi jalanan, musisi generasi muda, drama kolosal Kota Tua, kolaborasi barongsai dan gamelan saron, tari-tarian, pameran fotografi, serta bazar UMKM.

"Festival Kota Tua Ampenan menjadi wadah bagi masyarakat untuk merayakan seni dan budaya lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pelaku UMKM," katanya pula.

Orang-orang yang dilibatkan dalam Festival Kota Tua Ampenan tersebut, akan menggunakan pakaian tradisional tempo dulu seperti kebaya dan kain untuk perempuan, baju Belanda, baju tentara Belanda, dan lainnya.

"Kami juga menyiapkan spot-spot foto bernuansa tempo dulu, termasuk untuk penyewaan baju-baju zaman dulu," katanya lagi.

"Kegiatan tersebut dihajatkan untuk menjaga agar kesenian tradisional dan kearifan lokal tidak hilang tergerus zaman modern," katanya lagi.

Cahya mengatakan, dua festival tersebut menjadi bagian dari kalender event Dispar Kota Mataram di bulan November 2026, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan perekonomian pelaku UMKM di Kota Mataram.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026