Cimahi (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi, Jawa Barat, memperkuat keamanan informasi dan layanan digital Pemerintah Kota Cimahi lewat pengembangan SATRIA.
Kepala Persandian dan Pemberdayaan Sumber Daya Telematika Diskominfo Kota Cimahi Deni Prayitno di Cimahi, Jumat, mengatakan SATRIA dikembangkan sebagai instrumen penguatan keamanan layanan digital pemerintah.
“SATRIA memperluas penilaian pada aspek manusia, aplikasi, serta infrastruktur dan perangkat,” kata Deni.
SATRIA atau Security Assessment Trilogy for Risk-based and Integrated Assurance merupakan pengembangan dari inovasi PAMOR (Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko) yang sebelumnya digunakan untuk memetakan ancaman siber.
Menurut Deni, instrumen tersebut digunakan untuk mengukur kondisi keamanan, mengidentifikasi risiko, serta menentukan prioritas perbaikan terhadap layanan digital yang dikelola pemerintah daerah.
Implementasi awal SATRIA dilakukan di lingkungan Diskominfo Kota Cimahi pada Juli 2026 dengan hasil baseline assessment mencapai SATRIA Score sebesar 80,0 dari skala 100.
“Hasil tersebut menjadi gambaran kondisi keamanan sekaligus dasar untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan prioritas perbaikan,” ujar Deni.
Kepala Diskominfo Kota Cimahi Ahmad Saefulloh menyatakan dukungannya terhadap implementasi dan keberlanjutan SATRIA sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan informasi pemerintah daerah.
“Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi mendukung sepenuhnya implementasi dan keberlanjutan inovasi SATRIA sebagai upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi,” ungkap Ahmad.
Ke depan, SATRIA akan dikembangkan melalui evaluasi berkala, digitalisasi instrumen, serta dashboard monitoring dan diperluas ke perangkat daerah untuk mendorong layanan digital pemerintah yang aman dan andal.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.