Sorong (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) mengirim 30 kepala sekolah dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mengikuti program magang di Surabaya, Jawa Timur, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan mutu layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Erdia Msiren di Sorong, Selasa, mengatakan program magang tersebut bertujuan membuka wawasan para pendidik melalui pembelajaran langsung mengenai praktik penyelenggaraan pendidikan SLB di Surabaya.
"Tujuan magang ini agar guru-guru dapat melihat langsung praktik terbaik yang diterapkan di Surabaya. Kami pusatkan lokasi magang di sana untuk mempelajari sistem dan penyelenggaraan SLB setempat," katanya.
Ia mengatakan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama magang diharapkan dapat diterapkan kembali oleh para peserta di sekolah masing-masing setelah kembali ke Papua Barat Daya.
"Sehingga nantinya saat kembali ke wilayah Papua Barat Daya, ilmu dan pengalaman tersebut bisa diterapkan demi kemajuan pendidikan anak berkebutuhan khusus di daerah kami," ujarnya.
Erdia menjelaskan 30 peserta tersebut berasal dari SLB di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Raja Ampat.
"Mereka akan mengikuti kegiatan magang selama kurang lebih dua minggu di Surabaya," ujarnya.
Ia berharap para guru dapat memperoleh pengalaman mengenai proses belajar mengajar serta berbagai inovasi pendidikan yang diterapkan di lapangan untuk kemudian dipraktikkan di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Djon Ayorbaba mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program magang tersebut.
"Kami melepas kepala sekolah dan guru-guru untuk belajar selama dua minggu di Surabaya. Ini merupakan program kerja yang sudah disusun," katanya.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh SLB yang ada di Provinsi Papua Barat Daya.
"Pada prinsipnya, kami berharap dari kegiatan ini lahir perubahan dan kemajuan bagi kualitas pendidikan di seluruh SLB yang ada di Provinsi Papua Barat Daya," ujarnya.
Dia berharap melalui program magang tersebut, kompetensi tenaga pendidik semakin meningkat sehingga pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah Papua Barat Daya dapat berlangsung lebih baik, inovatif, dan bermutu.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.