Mataram (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengenang peran Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin dalam membantu pemerintah menangani bencana gempa bumi, pandemi COVID-19, hingga mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rizal menyampaikan penghormatan tersebut setelah bertakziah ke rumah duka ulama kharismatik yang dikenal sebagai Tuan Guru Bagu itu di Lombok. Ia menilai almarhum bukan hanya tokoh agama panutan umat Islam dan Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga sosok yang berkontribusi dalam menjaga hubungan pemerintah dengan masyarakat.

"Atas nama pemerintah Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Bangsa Indonesia kehilangan seorang ulama besar, tokoh masyarakat, sekaligus putra terbaik Nusa Tenggara Barat yang telah memberikan banyak kontribusi bagi umat dan bangsa," kata Rizal, dalam keterangannya resmi di Mataram, Jumat (16/10).

Mantan Danrem 162/Wira Bhakti itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Tuan Guru Bagu sejak dirinya bertugas sebagai Komandan Korem 162/Wira Bhakti di NTB. Ia menganggap almarhum sebagai orang tua yang memberikan nasihat dan bimbingan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Rizal, Tuan Guru Bagu memiliki peran penting dalam membantu pemerintah membangun kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program strategis. 

"Almarhum menggunakan pendekatan keagamaan dan komunikasi yang sejuk untuk menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.

Rizal mengenang peran Tuan Guru Bagu ketika gempa bumi melanda NTB. Saat itu, ia meminta nasihat almarhum mengenai langkah yang perlu diprioritaskan pemerintah dan aparat dalam menangani dampak bencana.

Ia mengatakan nasihat dari ulama kharismatik tersebut menjadi pedoman moral dalam menjalankan tugas penanganan bencana. 

"Pemerintah dan aparat perlu memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak," ucap Rizal mengenang nasehat almarhum Tuan Guru Bagu.

Selain saat bencana gempa, Rizal juga mengenang dukungan almarhum ketika pemerintah menjalankan program vaksinasi COVID-19. Ketika sebagian masyarakat masih meragukan vaksinasi, termasuk mengenai aspek kehalalannya, Tuan Guru Bagu membantu memberikan pemahaman melalui pendekatan agama.

"Beliau membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar untuk melindungi diri dan orang lain. Dukungan para tuan guru sangat membantu membangun kepercayaan masyarakat," ujar Rizal yang pernah menjabat Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Darurat Bencana (Dansatgas PDB) Gempa Lombok.

Rizal juga mengenang kontribusi Tuan Guru Bagu dalam mendukung pembangunan kawasan Mandalika. Almarhum membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan pembangunan dan manfaat program pemerintah bagi kepentingan bersama.

Ia menilai kemampuan almarhum membangun komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan aspirasi warga.

"Beliau telah memberikan teladan tentang bagaimana seorang ulama membimbing umat, menyejukkan masyarakat, dan membantu menyukseskan program-program pemerintah demi kemaslahatan bersama," ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan dan pelaksanaan program. Dukungan tokoh agama serta partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga.

Atas kontribusi tersebut, Rizal menilai negara patut memberikan penghormatan kepada Tuan Guru Bagu atas pengabdian almarhum bagi umat, masyarakat NTB, dan bangsa Indonesia.

Di balik tugasnya menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah, Rizal mengaku kehilangan sosok yang telah dianggapnya sebagai ayah angkat.

Ia menceritakan pertemuan pertamanya dengan Tuan Guru Bagu ketika berupaya menjalin silaturahmi dengan para ulama saat mulai bertugas di NTB. Almarhum menyambutnya dengan hangat dan langsung memanggilnya sebagai anak.

"Ketika pertama kali bersilaturahmi, beliau menyambut saya dengan sangat baik. Bahkan, sejak awal beliau langsung memanggil saya sebagai anak. Beliau berpesan agar saya berbuat yang terbaik bagi masyarakat NTB dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk rakyat," kenang Rizal.

Sejak pertemuan tersebut, Rizal menjadikan Tuan Guru Bagu sebagai tempat meminta nasihat, terutama ketika menghadapi persoalan penting dan strategis selama menjalankan tugas.

Ia mengatakan, kehilangan tersebut terasa mendalam karena ia telah kehilangan ayah kandung sejak duduk di bangku kelas satu SMA. Kehadiran Tuan Guru Bagu selama bertugas di NTB memberikan arti tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

"Secara pribadi, saya sangat kehilangan beliau. Saya sudah menganggap beliau sebagai orang tua angkat saya. Nasihat dan bimbingan beliau sangat berarti, bukan hanya bagi saya secara pribadi, tetapi juga dalam menjalankan tugas untuk masyarakat," ujarnya.

Rizal menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap keteladanan Tuan Guru Bagu dalam membimbing umat, menjaga kerukunan, dan membantu masyarakat terus menginspirasi generasi penerus.

"Atas nama pemerintah dan secara pribadi, kami mendoakan semoga Tuan Guru Bagu husnulkhatimah, seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di surga-Nya. Semoga keteladanan beliau terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Pewarta : Awaludin
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026