Dinkes Palangka Raya perkuat antisipasi ISPA dampak karhutla
Senin, 7 September 2026 17:18 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan. (ANTARA/Rendhik Andika.)
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat langkah antisipasi gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan ruang oksigen di sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan di Palangka Raya, Senin mengatakan bahwa fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan kualitas udara dan peningkatan gangguan pernapasan masyarakat akibat kabut asap.
"Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik," katanya.
Ruang oksigen tersebut disiapkan di Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, dan Tangkiling serta fasilitas kesehatan lainnya yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya.
Riduan mengatakan keberadaan ruang oksigen tersebut diharapkan dapat memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla.
Selain menyiapkan ruang oksigen, Dinkes juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.
Ia mengatakan Dinkes Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus ISPA sebagai salah satu gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat mendapatkan penanganan sedini mungkin apabila mengalami gangguan kesehatan akibat dampak karhutla.
"Berdasarkan data harian Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya per 1 September 2026 tercatat sebanyak 135 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat bencana asap karhutla," katanya.
Riduan menyampaikan bahwa dari total 135 kasus, laporan terbanyak tercatat di wilayah kerja Puskesmas Menteng dengan 26 kasus. Kemudian Puskesmas Bukit Tunggal dan Puskesmas Pahandut masing-masing mencatat 23 kasus. Selanjutnya, Puskesmas Bukit Hindu sebanyak 20 kasus, Marina Permai 14 kasus, Puskesmas Jekan Raya dan Puskesmas Kalampangan masing-masing 10 kasus.
Adapun Puskesmas Kereng Bangkirai mencatat delapan kasus dan Puskesmas Panarung satu kasus. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau Dinas Kesehatan di tengah meningkatnya paparan asap akibat karhutla.
Riduan pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dan segera memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia apabila kondisi kesehatan mulai terganggu.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak karhutla yang tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Baca juga: PLN UID Kalselteng bagikan 5.000 masker bagi warga terdampak karhutla
Baca juga: DPRD Palangka Raya minta Dinas Pertanian bantu petani hadapi kemarau
Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat peran pemuda dalam penggerak budaya literasi
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.