Koba, Babel (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta warga mengenali gejala infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), agar segera mendapatkan penanganan terutama saat musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah Zaitun di Koba, Senin, mengatakan Ispa menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak ditemukan di sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), terutama saat kondisi kemarau yang disertai paparan debu dan kabut asap.

"Ispa termasuk bagian penyakit tertinggi ditemukan di sejumlah puskesmas karena terkait musim," katanya.

Menurut dia, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah gejala ISPA, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan demam. Keluhan pada saluran pernapasan juga perlu diperhatikan apabila berlangsung atau semakin memburuk.

Zaitun mengatakan musim kemarau dapat meningkatkan paparan debu dan kabut asap yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan langsung terhadap debu dan asap, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu atau berasap, menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bangka Tengah, tercatat 4.044 kasus ISPA sepanjang 2025, sedangkan hingga Juni 2026 jumlah kasus mencapai 2.795 kasus.

Zaitun mengimbau masyarakat yang mengalami gejala ISPA agar tidak mengabaikannya dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan tidak membaik atau semakin berat.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.