Dinas PUPR Bukittinggi luncurkan database drainase antisipasi banjir

Rabu, 26 Agustus 2026 13:05 WIB

Image Print

Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi, Rahmat A.E. Dinas PUPR melakukan langkah inovasi dengan menyediakan sistem infograsi berbasis web (webgis) agar masyarakat dapat mengakses informasi jaringan drainase antisipasi genangan dan banjir. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Untuk mempermudah masyarakat mengetahui kondisi drainase di lingkungannya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bukittinggi menyediakan database drainase berbasis digital.

Kepala Dinas PUPR, Rahmat A.E, Rabu (26/8) mengatakan melalui sistem infografis berbasis web (webgis), masyarakat dapat mengakses informasi jaringan drainase dan kondisinya secara berbasis lokasi yang salah satunya mengantisipasi kejadian banjir atau genangan di pemukiman.

"Keberadaan database tidak hanya memudahkan pemerintah dalam melakukan perencanaan dan pemeliharaan, namun juga menjadi sarana informasi bagi masyarakat menjadi salah satu acuan untuk mengetahui kondisi drainase terutama di kawasan yang rawan terjadi genangan saat hujan," kata Rahmat.

Ia mengatakan Dinas PUPR Kota Bukittinggi mengembangkan webgis database drainase perkotaan yang memuat data jaringan drainase di berbagai kawasan.

"Melalui platform ini, informasi drainase disajikan dalam bentuk peta digital sehingga masyarakat dapat mengetahui lokasi dan kondisi saluran drainase di sekitarnya," katanya.

Data yang tersedia meliputi jaringan dan lokasi drainase, tipe dan dimensi saluran kondisi eksisting hingga informasi mengenai sedimentasi serta permasalahan pada saluran.

"Dengan data yang terintegrasi, PUPR dapat melakukan pemetaan permasalahan drainase dan menentukan penanganan sesuai prioritas," kata Rahmat.

Ia meminta masyarakat juga diharapkan turut berperan menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran serta melaporkan apabila terdapat saluran yang tersumbat atau mengalami kerusakan.

Melalui digitalisasi data drainase, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi juga dapat turut mengawasi kondisi infrastruktur di lingkungannya.

"Upaya ini diharapkan mendukung penanganan genangan secara lebih cepat dan tepat serta mewujudkan kota bukittinggi yang lebih tertata serta nyaman bagi masyarakat," kata Rahmat mengakhiri.