Penyakit diare rentan menyebar yang disebabkan kualitas air sungai menurun akibat musim kemarau

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan hingga Juli 2026 menangani sebanyak 14.248 kasus diare yang menyerang masyarakat semua kalangan di wilayah setempat.

"Selama periode Januari-Juli 2026, tercatat sebanyak 14.248 kasus penyakit diare yang kami tangani," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina di Palembang, Sabtu.

Dia mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 5.570 orang merupakan pasien diare kategori anak di bawah lima tahun (balita).

"Kabar baiknya tidak ada pasien meninggal dunia akibat diare," katanya.

Baca juga: Kadar estrogen dan progesteron picu terjadinya diare saat menstruasi

Menurutnya, penyakit diare rentan menyebar yang disebabkan kualitas air sungai menurun akibat musim kemarau sehingga banyak bakteri yang dapat memicu berbagai penyakit seperti diare.

Sebagai upaya pencegahan agar diare tidak menyebar luas, saat ini pihaknya menggencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) agar masyarakat terhindar dari penyebaran penyakit tersebut.

Dalam kampanye GERMAS, Dinas Kesehatan Kota Palembang melibatkan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas untuk mengedukasi masyarakat agar menjaga pola makan supaya badan tetap sehat.

Masyarakat disarankan untuk memakan sayur dan buah ditambah kegiatan olahraga pagi secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit secara cepat, terutama pada anak anak.

"Yang paling utama hindari mengkonsumsi air sungai. Kalau pun terpaksa air harus benar-benar dipastikan sudah matang sebelum dikonsumsi," ujarnya.

Baca juga: Perubahan iklim tingkatkan risiko DBD, malaria, dan diare pada anak

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.