Makassar (ANTARA) - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum membawa 14 produk kopi yang sudah terdaftar indikasi geografis dari berbagai daerah Indonesia ke ajang Dieng Culture Festival di Desa Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, 28–30 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan kehadiran belasan kopi di ajang tersebut menjadi bagian dari upaya DJKI memperkenalkan kekayaan dan keunikan produk indikasi geografis Indonesia.
Sekaligus menyiapkan pengembangan GI Tourism dengan kawasan Dieng sebagai pilot project.
Selanjutnya Arabika Sembalun Lombok, Arabika Bantaeng, Arabika Rumbia Jeneponto, Arabika Toraja, Arabika Mamasa, Robusta Simalungun, Robusta Pagaralam, dan Robusta Mamasa.
Melalui konsep “Jelajah Kopi Indikasi Geografis Indonesia”, kata dia, DJKI mengajak masyarakat mengenal asal suatu produk, menikmati cita rasa khasnya, serta memahami peran masyarakat dan komunitas yang menjaga reputasi produk tersebut.
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai kopi Indonesia yang telah dilindungi indikasi geografis melalui Paviliun Terpadu DJKI yang mengusung pengalaman Show, Taste, Protect, Sell, dan Visit.
“Melalui pelindungan indikasi geografis, kita ingin mendorong produk-produk khas daerah memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Keunikan asal, reputasi, kualitas, hingga cerita di balik produk dapat menjadi kekuatan untuk membuka pasar sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar dia.
Selain memperkenalkan kopi-kopi dari berbagai daerah, DJKI juga akan mengenalkan produk indikasi geografis yang berasal dari kawasan Dieng, yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng.
Selama Dieng Culture Festival 2026, DJKI telah menyiapkan sejumlah aktivasi bagi pengunjung, mulai dari Morning Coffee, Cupping Kopi dan Coffee Tasting Indikasi Geografis, hingga IP Talks.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat Saefur Rochim mengatakan kehadiran Kopi Arabika Mamasa dan Robusta Mamasa dalam rangkaian “Jelajah Kopi Indikasi Geografis Indonesia” menjadi momentum penting untuk semakin memperkenalkan karakter dan potensi kopi Sulawesi Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan Kopi Mamasa sebagai salah satu kekayaan indikasi geografis Indonesia," ujar dia.
"Kami di Kanwil Kemenkum Sulbar akan terus mendorong pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual agar produk unggulan daerah tidak hanya memiliki perlindungan hukum, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pewarta: Abdul Kadir
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.