Jakarta (ANTARA) - Kelompok petani mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Desa Kwala Gunung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut) kini mampu menunaikan zakat pertanian sebesar Rp16 juta setelah berhasil panen raya 150 ton padi.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan kelompok petani binaan Baznas di Kabupaten Batu Bara yang kini mampu menunaikan zakat dari hasil panen.

"Di Kabupaten Batu Bara ini luar biasa, mereka (para petani binaan Baznas) kini mampu menjadi muzaki dengan menunaikan zakat pertanian sebesar Rp16 juta. Ini membahagiakan bagi kami (Baznas), karena selain kebutuhan pangan mereka terpenuhi, bahkan kini mereka bisa melangkah memberikan zakat pertanian," katanya.

Baca juga: Baznas sukses bimbing petani mustahik panen raya 150 ton padi di Sumut

Sodik mengatakan keberhasilan program pemberdayaan Lumbung Pangan Baznas tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian ekonomi petani.

Ia menyebut capaian ini merupakan bagian penting dari tujuan pemberdayaan zakat, yakni mendorong mustahik agar dapat meningkatkan taraf hidup dan secara bertahap berubah menjadi muzaki.

"Program ini (Lumbung Pangan Baznas) sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia dalam hal pangan dan juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia terkait ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi. Kami memohon dukungan kolaborasi dan doa agar Baznas semakin dipercaya, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa kami (Baznas) bantu," ujar Sodik Mudjahid.

Sementara itu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menilai penunaian zakat pertanian oleh kelompok tani menunjukkan adanya dampak positif dari program pemberdayaan yang dijalankan bersama Baznas.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baznas atas bantuan yang diberikan kepada para petani.

"Kami berharap nanti para petani kami yang ada di sini bisa juga yang tadinya sebagai penerima bisa menjadi muzaki-muzaki zakat di Kabupaten Batu Bara," ucap Baharuddin.

Sementara itu, salah satu petani penerima manfaat, Rusdianto menyampaikan rasa syukur atas bantuan Baznas. Ia mengatakan sebelum mendapatkan bantuan dari Baznas, sejumlah petani kerap kesulitan modal.

Rusdianto mengaku bantuan tersebut membuat hasil panen menjadi lebih optimal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, sebagian hasil panen dapat ditunaikan sebagai zakat.

Baca juga: Baznas sukses bimbing petani mustahik panen raya 150 ton padi di Sumut

Baca juga: Lumbung Pangan Baznas di berbagai daerah siapkan beras zakat fitrah

"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan bantuan dan support kepada kelompok tani kami. Selama ini sebelum kami mendapatkan bantuan dari Baznas kami agak terkendala dengan masalah dana untuk pembelian pupuk dan pestisida, kami sangat bersyukur," tutur Rusdianto.

Sebelumnya, Baznas bersama petani binaan, melalui Program Lumbung Pangan sukses menggelar Panen Raya 150 ton padi dari luas lahan 32 hektare di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Program Lumbung Pangan di Sumatera Utara sudah diinisiasi sejak tahun 2018 oleh Baznas RI bersama Baznas Kabupaten Batu Bara dan Baznas Provinsi Sumatera Utara. Setiap tahunnya, kelompok tani binaan Baznas bisa menunaikan zakat pertanian dengan total mencapai Rp423,182 juta atau Rp141,060 juta per tahun sejak 2024.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.