Dalam pernyataan yang dibagikan melalui media sosial X, Cooper mengatakan USS Abraham Lincoln saat ini memiliki salah satu tingkat kasus kesehatan mental terendah dibandingkan 11 kapal induk aktif Angkatan Laut AS.
“Dari 11 kapal induk aktif Angkatan Laut AS, Lincoln saat ini memiliki salah satu jumlah kasus terkait kesehatan mental terendah,” kata Cooper.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti seluruh persoalan telah terselesaikan.
“Ini bukan berarti semuanya sempurna. Bertugas di laut dalam waktu lama bukan untuk semua orang. Kondisinya sangat menantang dan berat, dan setiap orang, termasuk saya, merespons tekanan dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Awak USS Abraham Lincoln Berbulan-bulan di Laut
Kunjungan Cooper berlangsung setelah muncul laporan mengenai tekanan fisik dan mental yang dialami awak USS Abraham Lincoln akibat masa penugasan yang sangat panjang.
Kapal induk tersebut dilaporkan telah berada di laut selama lebih dari 250 hari tanpa melakukan port call, atau singgah di pelabuhan untuk memberikan kesempatan kepada awak beristirahat dan memperoleh kebutuhan logistik.
Kondisi itu memicu kekhawatiran sejumlah anggota Kongres AS mengenai kesehatan fisik maupun mental para personel.
Beberapa awak bahkan dilaporkan mencoba melompat dari kapal ke laut, sehingga memunculkan pertanyaan serius mengenai kondisi psikologis personel yang menjalani penugasan berkepanjangan.
USS Abraham Lincoln Terlibat dalam Operasi AS terhadap Iran
USS Abraham Lincoln menjadi salah satu aset penting dalam operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan memiliki peran dalam perang AS terhadap Iran.
Kapal induk kelas Nimitz tersebut membawa ribuan personel serta menjadi pangkalan bergerak bagi pesawat tempur dan berbagai aset udara Angkatan Laut AS.
Lamanya masa penugasan membuat kondisi awak kapal menjadi perhatian publik, khususnya karena kapal tersebut terus menjalankan misi operasional tanpa jeda panjang untuk kembali ke pelabuhan.
USS George Washington Disiapkan Menggantikan Lincoln
Amerika Serikat kini mengerahkan kapal induk lain, USS George Washington, dari kawasan sekitar Jepang untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi kapal dan awak Lincoln untuk mengakhiri penugasan panjang mereka.
Namun, Presiden Donald Trump sebelumnya memberikan jawaban yang mengejutkan ketika ditanya wartawan apakah USS Abraham Lincoln telah terlalu lama dikerahkan.
“Tidak, bahkan belum cukup lama,” kata Trump pada Jumat.
Pernyataan tersebut muncul ketika perhatian terhadap kondisi sekitar 5.000 awak USS Abraham Lincoln justru semakin meningkat.
Tekanan Mental Jadi Tantangan Besar bagi Awak Kapal Induk
Pernyataan Cooper menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental di kapal induk AS kini menjadi perhatian serius, meskipun ia menekankan bahwa Lincoln memiliki tingkat kasus yang relatif rendah dibandingkan kapal induk aktif lainnya.
Tugas di kapal induk dalam waktu panjang memiliki tekanan tersendiri. Para personel harus hidup dan bekerja dalam ruang terbatas, menghadapi jadwal operasi yang intensif, jauh dari keluarga, serta beradaptasi dengan ancaman keamanan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Bagi awak USS Abraham Lincoln, tantangan tersebut diperberat oleh masa penugasan yang berlangsung selama lebih dari delapan bulan tanpa singgah di pelabuhan.
Kunjungan Brad Cooper menjadi upaya untuk menunjukkan dukungan pimpinan militer terhadap para personel sekaligus meredam kekhawatiran mengenai kondisi mereka.
Namun, pertanyaan mengenai berapa lama seorang awak kapal induk dapat menjalani penugasan tempur tanpa jeda yang memadai masih menjadi sorotan di tengah meningkatnya tuntutan operasi militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Aljazeera