Kita boleh bergembira, tetapi jangan sampai kemeriahan membuat kita lupa untuk peduli
Jakarta (ANTARA) - Di tengah semarak Karnaval Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat tetap mengingat saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang berduka akibat gempa bumi.
Meutya mengatakan kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kemeriahan, tetapi juga diwujudkan dengan kepedulian dan solidaritas. Karena itu, perayaan kemerdekaan perlu dilakukan dengan sederhana dan penuh penghormatan agar kemeriahan tidak mengabaikan derita korban bencana.
“Di tengah kita merayakan kemerdekaan, ada saudara-saudara kita di NTT yang sedang berduka dan menghadapi dampak gempa. Kita boleh bergembira, tetapi jangan sampai kemeriahan membuat kita lupa untuk peduli,” ujar Meutya dalam rangkaian Karnaval Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 di Jakarta Pusat, Senin.
Menurut dia, semangat kebersamaan juga tercermin melalui kekayaan budaya Nusantara yang ditampilkan dalam karnaval. Keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan untuk saling membantu ketika sebagian masyarakat menghadapi kesulitan.
Dalam karnaval tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital membawa karya “Anyaman Indonesia Digital” dengan tema “Terhubung, Tumbuh, Terjaga” pada mobil karnaval nomor 21.
Baca juga: Menkomdigi sebut 86 persen BTS terdampak gempa NTT telah pulih
Baca juga: Menkomdigi: Pusat AI di universitas perkuat ekosistem AI nasional
Karya tersebut menggambarkan harapan agar teknologi dapat menghubungkan masyarakat, membuka peluang, sekaligus menjaga ruang digital agar aman bagi semua.
“Anyaman Indonesia Digital menggambarkan Indonesia yang terhubung oleh keberagaman, tumbuh bersama peluang, dan terjaga dalam ruang digital yang aman,” kata Meutya.
Semangat Terhubung diwujudkan melalui perluasan konektivitas dan pengembangan layanan pemerintah yang semakin terintegrasi, termasuk Perlinsos Digital untuk membantu memastikan manfaat perlindungan sosial diterima masyarakat yang berhak.
Semangat Tumbuh diwujudkan melalui pengembangan talenta dan inovasi digital, antara lain melalui Digital Talent Scholarship, literasi digital, dan Garuda Spark Innovation Hub.
Sementara Terjaga diwujudkan melalui perlindungan masyarakat di ruang digital, termasuk melalui gerakan Jaga Anak dan implementasi PP TUNAS, serta pemberantasan judi online dan berbagai risiko digital lainnya.
“Teknologi harus membuka akses dan peluang bagi masyarakat, tetapi juga memastikan mereka tetap aman. Mari gunakan ruang digital untuk belajar, bekerja, berkarya, dan saling menjaga,” ujar Meutya.
Melalui “Anyaman Indonesia Digital”, Komdigi membawa pesan bahwa kemajuan teknologi harus menghadirkan manfaat nyata dan tidak meninggalkan semangat kebersamaan.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus terhubung, semakin tumbuh, dan selalu terjaga,” kata Meutya.
Baca juga: Menkomdigi: Teknologi integrasikan data buat Perlinsos tepat sasaran
Baca juga: Menkomdigi: Kehadiran AI Factory memperkuat posisi Indonesia
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.