Kamis, 24 September 2026 - 16:35 WIB
Jakarta, VIVA – Petugas KAI Commuter bersama tenaga kesehatan Stasiun Rawabuntu membantu proses persalinan seorang penumpang wanita di dalam rangkaian kereta Commuter Line atau KRL Nomor 1689 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada Kamis sekitar pukul 10.55 WIB.
Baca Juga
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan di Jakarta, Kamis, mengatakan kejadian itu bermula ketika seorang penumpang yang sedang hamil tua duduk di kursi prioritas dan tiba-tiba mengalami kontraksi tanda hendak melahirkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengetahui kondisi darurat tersebut, petugas pengamanan yang sedang berjaga di dalam gerbong segera berkoordinasi dengan masinis dan petugas Stasiun Rawabuntu untuk mempersiapkan pertolongan pertama.
Baca Juga
"Selama proses persalinan, perjalanan Commuter Line Nomor 1689 diberhentikan sementara di Stasiun Rawabuntu," kata Leza.
Berkat kesigapan petugas kesehatan Stasiun Rawabuntu serta bantuan dari sejumlah penumpang lainnya, ibu tersebut berhasil melahirkan anaknya dengan selamat di dalam kereta.
Baca Juga
"Selanjutnya, ibu dan anak dilarikan ke Puskesmas Rawabuntu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," terang Leza.
Menyusul peristiwa tersebut, pihak KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak ragu meminta bantuan petugas, baik di area stasiun maupun di dalam kereta, apabila berada dalam kondisi darurat.
Leza memastikan seluruh petugas KAI Commuter selalu sigap dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada penumpang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia juga mengingatkan pentingnya kesadaran penumpang terhadap kondisi kesehatan pribadi sebelum memutuskan bepergian menggunakan transportasi publik.
"Selalu utamakan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan saat menggunakan Commuter Line. Khusus bagi penumpang hamil, pastikan selalu memantau Hari Perkiraan Lahir (HPL), dan jika sudah mendekati hari persalinan agar siaga dan mengurangi aktivitas di area umum," tutur Leza. (Ant)
KAI Mau Impor KRL Bekas dari Jepang, Alasan Produksi Nasional Belum Memadai
KRL yang akan diimpor dari Jepang itu direncanakan bisa dipakai selama 10 tahun ke depan sambil memperbaiki dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
VIVA.co.id
23 September 2026