Deteksi keracunan sejak dini, aplikasi Simetris siap bersinergi dengan BGN pantau alur MBG dari hulu ke hilir

Jumat, 7 Agustus 2026 16:54 WIB

Image Print

Petugas menunjukkan sampel makanan yang ditarik dari sekolah penerima manfaat pascainsiden keracunan masal di Satuan Peleyanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026). Pemeriksaan dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu mengalami diare. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/foc.

Yogyakarta (ANTARA) - Rentetan kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, termasuk tindakan tegas berupa pemecatan terhadap 137 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penghentian operasional dapur, menjadi alarm keras bagi perbaikan tata kelola penyelenggaraan.

Sanksi administratif dan pemberhentian personel terbukti belum mampu menjadi solusi jitu jika akar permasalahan utama, yakni lemahnya pengawasan sistem tata kelola operasional dapur, tidak segera dibenahi secara fundamental agar kejadian serupa tidak berulang dan menimbulkan trauma bagi peserta didik.

Mengantisipasi masalah tersebut agar tidak terus berulang dan memastikan standar mutu tetap terjaga secara komprehensif, Yayasan Bijana Paksi Sitengsu menawarkan solusi digital melalui pemanfaatan aplikasi Simetris yang siap disinergikan dan diterapkan bagi seluruh dapur MBG di berbagai daerah di Yogyakarta.

Di tengah urgensi pembenahan ini, penerapan aplikasi Simetris hadir sebagai langkah untuk memastikan standar keamanan pangan di setiap dapur MBG terpantau secara transparan dan akurat. Melalui integrasi teknologi Simetris, seluruh alur operasional mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi dapat dimonitor secara real-time, sehingga potensi kontaminasi dapat dideteksi dan dicegah lebih dini.

Digitalisasi pengawasan ini menjadi kunci penting dalam memulihkan kepercayaan publik serta menjamin bahwa setiap porsi makanan yang disalurkan benar-benar aman dan bergizi bagi siswa. Inisiatif strategis ini diharapkan mendapat perhatian serius serta dukungan penuh dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono guna memperketat standar keamanan pangan sekaligus memperkuat fungsi intervensi gizi nasional secara terpadu.

Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, Kartika Megawardhani, menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis terus dimatangkan melalui berbagai lini lintas sektoral guna memastikan kualitas, sterilisasi, serta higienitas makanan yang didistribusikan kepada masyarakat dan kelompok sasaran utama.

"Aplikasi Simetris dari Yayasan Bijana Paksi Sitengsu siap bersinergi dengan berbagai pihak terkait. Ke depan Aplikasi Simetris ini bisa diterapkan jika ada yang ingin menggunakannya, sebagai upaya bersama penguatan ekosistem ekonomi produktif. Aplikasi Simetris ini mengedepankan transparansi sekaligus upaya mengantisipasi kasus kasus keracunan makanan ya yang terjadi," ungkapnya.

Ia menjelaskan Yayasan Biijana Paksi Sitengsu tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan sektor kerakyatan seperti petani lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pihak Yayasan Bijana Paksi Sitengsu menegaskan bahwa jika sinergi dan kolaborasi untuk penerapan aplikasi SIMETRIS bagi dapur-dapur MBG didasari oleh semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial.

Langkah ini diambil demi memastikan aspek keamanan pangan dan kualitas tumbuh kembang anak-anak bangsa benar-benar terlindungi secara optimal tanpa membebani biaya operasional para pengelola di lapangan.

"Tujuannya adalah bagaimana program makan bergizi gratis ke depan akan lebih meningkat lagi dan lebih sempurna, sehingga manfaat atau benefit dari program ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat, kelompok sasaran, petani, UMKM, dan sebagainya," kata Kartika Megawardhani

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinan Sudaryono, dan pemangku kepentingan masyarakat, penerapan sistem digital yang komprehensif ini diyakini mampu menjadi benteng pengaman yang efektif. Langkah ini tidak hanya menjamin kualitas gizi yang optimal dan bebas dari insiden keracunan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Sementara itu, Fajar Saptono selaku IT Development menyebutkan aplikasi Simetris (Sistem Manajemen Rantai Pasok Terintegrasi) dirancang khusus untuk memastikan adanya transparansi mutlak dari hulu ke hilir. Melalui sistem digital ini, setiap dapur MBG dapat memantau dan melacak asal-usul bahan baku pangan secara akurat—mulai dari petani atau produsen lokal, proses distribusi, hingga makanan tersebut siap disajikan.

"Pencatatan yang transparan ini dinilai menjadi kunci utama untuk menekan potensi kelalaian, menghindari bahan pangan yang tidak layak, serta mencegah risiko keracunan sejak dini," ujar Fajar Saptono.

Lebih dari sekadar pengawasan logistik bahan pangan, Aplikasi Simetris juga dilengkapi dengan fitur alat ukur tumbuh kembang gizi serta sistem pelacakan (tracking) stunting yang terintegrasi. Melalui modul ini, para pengelola dapur dan tenaga pendamping dapat memantau secara berkala progres antropometri anak-anak penerima manfaat, mulai dari berat badan, tinggi badan, hingga kurva pertumbuhan anak secara akurat.

Dengan adanya fitur tracking stunting yang terhubung langsung ke sistem pencatatan harian dapur MBG, efektivitas intervensi gizi dapat dievaluasi secara real-time.

"Langkah ini memastikan bahwa setiap porsi makanan yang dibagikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Simetris dirancang sebagai sistem manajemen terpusat. Melalui layar besar di dapur atau web dashboard, pengelola bisa memantau semuanya secara real-time," ujar Fajar Saptono.

Melalui Command Center Simetris, beberapa fitur utama yang dapat dipantau meliputi status pengiriman makanan ke sekolah, progres batch menu dan persiapan harian, dashboard dampak jumlah siswa yang terlayani, dashboard pemantauan standar gizi porsi makanan, sistem alert otomatis untuk kendala gizi, keterlambatan, atau timer masak.

Simetris mencatat seluruh alur kerja dari hulu ke hilir menggunakan perangkat digital seperti tablet, barcode scanner, hingga ponsel kurir. Mulai dari perencanaan resep oleh ahli gizi dan PO supplier, pengolahan dengan digital timer, hingga pelacakan porsi saat packing dan laporan perjalanan kurir.

"Inovasi ini diharapkan memudahkan yayasan pengelola —baik yang membawahi satu maupun banyak dapur— untuk mengontrol operasional secara transparan, efektif, dan akurat," tutur Fajar Saptono.

Pewarta : SP
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026