Desa Balinuraga di Lampung didorong jadi destinasi wisata budaya
Selasa, 4 Agustus 2026 21:19 WIB
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani menghadiri rangkaian Upacara Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Selasa. (ANTARA/HO/Kominfo Lampung Selatan)
Lampung Selatan (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mendorong Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan melalui pelestarian tradisi dan penguatan potensi masyarakat lokal.
Saat menghadiri rangkaian Upacara Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Selasa, Zita mengatakan desa tersebut memiliki kekayaan budaya, seni, serta tradisi yang masih terjaga dengan baik sehingga menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut dia, keramahan masyarakat dan semangat gotong royong yang terus dipertahankan menjadi nilai tambah yang mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat budaya masyarakat Hindu Bali di Lampung Selatan.
“Saya melihat masyarakat Balinuraga sangat ramah, budayanya masih sangat kuat, dan kreativitas masyarakatnya luar biasa. Potensi seperti ini harus terus didukung agar Balinuraga menjadi salah satu destinasi wisata budaya kebanggaan Lampung Selatan,” ujar Zita.
Zita menilai budaya tidak hanya menjadi warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga aset daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan melalui sektor pariwisata.
Menurutnya, pelaksanaan tradisi seperti Ngaben Massal dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tingkat nasional.
Ngaben Massal Tahun 2026 di Desa Balinuraga menjadi salah satu prosesi keagamaan Hindu terbesar di Provinsi Lampung. Pada puncak pelaksanaan Ngerit yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/8), sebanyak 153 sawa akan mengikuti prosesi tersebut.
Sejak pertengahan Juni, masyarakat setempat bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian upacara, mulai dari pembangunan petulangan, bade, hingga berbagai perlengkapan adat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para leluhur.
Dia mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang secara sukarela menjaga tradisi turun-temurun melalui semangat kebersamaan yang kuat.
“Saya sangat bangga dengan masyarakat Desa Balinuraga. Saya menerima undangan kegiatan ini sejak beberapa hari lalu dan melihat antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana budaya ini dirawat dengan penuh kebersamaan. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.
Ia menambahkan kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat Ngaben Massal Balinuraga berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Lampung.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Hindu di Lampung Selatan yang dinilai berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang ada di Lampung Selatan. Bapak dan Ibu telah ikut membantu pemerintah daerah menjaga warisan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan ini,” katanya.
Selain menjadi prosesi keagamaan, Ngaben Massal Balinuraga kini berkembang sebagai ruang interaksi budaya yang menarik perhatian berbagai kalangan. Tahun ini, kegiatan tersebut turut dihadiri Assoc. Prof. David Ng Foo Seong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, yang datang untuk menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi masyarakat Hindu Bali di Lampung Selatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pelestarian tradisi yang berpadu dengan pengembangan sektor pariwisata mampu memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.