Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:11 WIB
Jakarta, VIVA – Film horor Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan cerita yang tidak hanya mengandalkan penampakan makhluk gaib, tetapi juga mengangkat mitos, tradisi, dan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Berbagai latar cerita tersebut memberikan warna tersendiri bagi sineas dalam membangun ketegangan sekaligus menyampaikan pesan melalui layar lebar maupun film pendek.
Baca Juga
Di sejumlah karya, suasana mencekam bisa muncul dari tempat yang akrab dalam keseharian, seperti sekolah, lingkungan tempat tinggal, hingga ruang yang menyimpan cerita turun-temurun. Pendekatan ini membuat genre horor memiliki ruang eksplorasi yang luas, baik untuk menghadirkan hiburan maupun mengajak penonton melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beragam pendekatan dalam genre horor tersebut terlihat dalam rangkaian Festival Film Horor (FFH) 2026 di Pacitan, Jawa Timur. Digelar oleh Ruang Film Pacitan pada 14–17 Oktober 2026, festival ini menghadirkan karya dari sineas nasional, pelajar, serta komunitas film lokal.
Sejumlah judul yang masuk dalam program pemutaran antara lain H untuk Hantu, Bisikan, Hantu Banyu, Mbarep, Kesurupan, Tilem, Kelas Kosong, Bangku Kosong Terakhir, dan Atma Benjana.
Baca Juga
Film-film tersebut menjadi bagian dari program yang menampilkan beragam karya dengan latar dan pendekatan penceritaan berbeda. Ada pula film yang memadukan unsur misteri dengan isu sosial serta kehidupan masyarakat setempat.
Mengusung tema “Indigo: Melihat yang Tak Terlihat, Membaca yang Tak Terlupakan, Membangun yang Akan Datang”, FFH 2026 turut membuka ruang bagi sineas muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Baca Juga
Pemutaran film berlangsung di lima ruang yang tersebar di kawasan Alun-Alun Pacitan hingga Pasar Sawo. Berdasarkan catatan penyelenggara, lebih dari 1.000 penonton menghadiri berbagai sesi pemutaran sepanjang hari. Selain film horor, dihadirkan karya dengan unsur komedi, drama keluarga, dan cerita sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
FFH 2026 tidak hanya menampilkan film dari kategori umum nasional. Festival ini juga menyediakan ruang bagi karya pelajar SMA/SMK se-Jawa Timur serta komunitas lokal Pacitan.
Kehadiran kategori tersebut memberi kesempatan kepada pembuat film pemula untuk memperlihatkan hasil kreativitas mereka kepada penonton yang lebih luas. Di sisi lain, masyarakat dapat menyaksikan keragaman pendekatan dalam pembuatan film, termasuk cara mengolah cerita lokal menjadi kisah yang menarik.
5 Mod Minecraft Bertema Halloween yang Bikin Dunia Survival Makin Seram
Ingin suasana Minecraft lebih seram saat Halloween? Coba 5 mod pilihan CurseForge, mulai dari dekorasi rumah berhantu, kostum horor, hingga hantu dan monster baru.
VIVA.co.id
16 Oktober 2026