Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian menggelar gerakan tanam padi varietas Cakrabuana Agritan di Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar I G.A.N. Anggreni Suwari mengatakan varietas Cakrabuana Agritan dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi musim kemarau, serta potensi hasil panen yang tinggi sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kota Denpasar.

"Melalui Gerakan Tanam ini pemerintah berharap para petani segera memanfaatkan bantuan benih yang telah disalurkan agar proses tanam dapat berlangsung tepat waktu," ujarnya.

Menurutnya, percepatan tanam merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Denpasar untuk menjaga keberlanjutan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan luas tambah tanam di tengah tantangan perubahan iklim.

Ia menambahkan gerakan tanam serentak itu juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan petani melalui penyediaan benih unggul berkualitas. Penanaman secara bersamaan diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan tanaman yang seragam, menekan serangan organisme pengganggu tanaman, serta meningkatkan produktivitas hasil panen.

Pemerintah Kota Denpasar, lanjutnya, terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian, hingga penerapan inovasi teknologi budidaya.

Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menghadapi musim kemarau sekaligus mendorong peningkatan produksi padi pada musim tanam Juli-Agustus 2026.

Gerakan tanam diawali dengan penanaman padi secara simbolis di lahan seluas 10 are yang merupakan bagian dari areal Subak Sembung seluas 5 hektare.

Kegiatan tersebut juga menandai dimulainya penyaluran bantuan benih padi varietas Cakrabuana Agritan untuk areal tanam seluas 205 hektare yang mencakup 15 subak di Kota Denpasar.

Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pertanian perkotaan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus melestarikan sistem Subak sebagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah perkembangan Kota Denpasar.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.