DEN sebut indeks ketahanan energi nasional masuk kategori tahan
Rabu, 30 September 2026 16:58 WIB
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menyebut indeks ketahanan energi nasional sampai saat ini masuk kategori "tahan", dengan skor 7,13.
Bahkan, menurut Kholid, Lembaga Keuangan JP Morgan menempatkan Indonesia di posisi kedua dari 52 negara sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik di dunia di tengah gejolak geopolitik global.
"Indonesia termasuk negara yang tahan terhadap goncangan energi, ketika situasi geopolitik terjadi di Timur Tengah," kata Kholid usai menjadi narasumber sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu.
Kholid mengatakan Indonesia memiliki sumber daya energi melimpah, salah satunya cadangan batu bara untuk menjaga keandalan pasokan listrik dalam negeri.
Namun dari sisi cadangan bahan bakar minyak (BBM), lanjut dia, memang terjadi sedikit goncangan yang dipicu sekitar 30 persen BBM termasuk 38 persen minyak mentah masih tergantung dari impor luar negeri.
Persoalan itu pun dinilai riskan terhadap kondisi pasokan BBM di Indonesia apabila bahan minyak impor terbatas atau tak ada sama sekali.
Maka itu, DEN terus mendorong agenda ketahanan energi melalui swasembada sumber daya yang dimiliki lalu diolah untuk pemenuhan energi nasional, sehingga tidak tergantung lagi dengan impor.
"Sesuai mandatory, stok BBM kita bertahan 23 hari, dan LPG 15 hari. Sejauh ini tak ada gangguan stok, BBM masih aman untuk transportasi, demikian pula LPG bagi rumah tangga," ucapnya.
Kholid mengakui beberapa waktu terakhir sempat terjadi kelangkaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi, sehingga memicu sejumlah konsumen beralih menggunakan BBM subsidi, seperti konsumen pertamax beralih ke pertalite.
"Dampaknya, konsumsi BBM subsidi melonjak. Sementara kuota hanya cukup sampai akhir tahun, makanya terjadi kelangkaan di SPBU," ungkap Kholid.
Pihaknya turut mendorong pemerintah dan DPR responsif menaikkan kuota BBM subsidi guna memastikan tak ada kelangkaan BBM di SPBU hingga akhir tahun 2026.
DEN juga menjamin stok BBM di depot pertamina maupun integrated terminal masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
asiun
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DEN: Indeks ketahanan energi nasional masuk kategori tahan
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.