Demi bodi tipis, Apple dikabarkan ubah tata letak komponen iPhone Ultra

Jumat, 28 Agustus 2026 15:02 WIB

Image Print

FILE PHOTO: A man holds an iPhone 14 as Apple Inc's new models go on sale at an Apple store in Beijing, China, September 16, 2022. REUTERS/Thomas Peter/File Photo

Jakarta (ANTARA) - Komponen internal ponsel lipat pertama Apple, iPhone Ultra, dikabarkan menggunakan susunan chip dan memori secara menyamping untuk menghemat ruang di dalam perangkat.

Dilansir dari laporan Gizmochina pada Selasa (25/8) waktu setempat, bocoran tersebut terlihat dalam sejumlah gambar dan video singkat yang beredar di internet, beberapa pekan sebelum ponsel tersebut diperkenalkan Apple.

Salah satunya seorang pengguna X dengan akun @LusiRoy7 membagikan video yang memperlihatkan papan sirkuit fisik yang diduga berasal dari iPhone Ultra.

Dalam gambar yang dibagikan, chip utama dan memori DRAM terlihat ditempatkan berdampingan. Keduanya terhubung menggunakan redistribution layer, yakni lapisan tipis yang mengatur ulang jalur koneksi antarkomponen tanpa memerlukan lapisan silikon tambahan seperti pada desain chip bertumpuk.

Susunan menyamping tersebut disebut dapat membantu pengelolaan panas sekaligus menjaga modul internal tetap tipis. Hal ini penting untuk ponsel lipat yang memiliki ruang terbatas di dalam bodinya.

Chip yang terlihat dalam video disebut sebagai A20 Pro, yang sebelumnya dirumorkan menjadi prosesor untuk iPhone Ultra. Dalam video, bagian penutup chip tampak sudah dilepas sehingga komponen di dalamnya dapat terlihat.

Namun, keakuratan bocoran tersebut belum dapat dipastikan karena tidak terlihat logo Apple, nomor model, maupun tanda khusus lain pada pelindung komponen yang dapat memastikan bahwa papan sirkuit tersebut memang berasal dari perangkat Apple.

Jika informasi ini benar, susunan komponen secara menyamping dapat menjadi salah satu solusi Apple untuk mengatur ruang internal pada perangkat lipatnya.

iPhone Ultra sendiri diperkirakan akan debut pada September mendatang dengan harga yang disebut dapat mencapai lebih dari 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35,5 juta.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha

Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.