Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata delapan rumah warga di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, terendam banjir akibat saluran air meluap saat hujan turun deras.

Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi di Cianjur, mengatakan hujan deras yang turun Senin petang merendam rumah warga setinggi 60 sentimeter, sehingga 24 jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudaranya yang dinilai aman dari banjir.

Petugas gabungan TNI/Polri, Damkar Cianjur, dan relawan dibantu warga berupaya melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat sampah berbagai jenis, sehingga air dengan cepat mengenangi perkampungan.

"Saat ini warga mengungsi ke rumah saudaranya untuk sementara karena air setinggi 60 sentimeter mengenangi rumah, hujan lebat membuat saluran air yang menumpuk sampah tidak berfungsi dengan baik," katanya.

Petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, aparat desa dan kecamatan, relawan, dan warga berupaya melakukan penanganan cepat agar air bah tidak kembali mengenangi rumah warga terutama saat malam hari.

Proses normalisasi saluran air terus dilakukan dengan mengeruk sampah yang menyumbat saluran dengan alat seadanya, sehingga air dapat surut dengan cepat agar banjir tidak meluas merendam rumah warga lainnya.

Pihaknya berharap air dapat surut dengan cepat dan petugas gabungan akan membantu pembersihan rumah dari lumpur sisa banjir agar dapat kembali ditempati pemiliknya yang sementara waktu diungsikan ke tempat yang dinilai aman.

"Kami masih terus melakukan pendataan rumah yang terendam banjir, serta memastikan tidak ada korban jiwa atau kerusakan rumah akibat banjir," katanya.

Seiring hujan yang mulai turun di sebagian wilayah Cianjur, pihaknya meminta masyarakat melakukan aksi gotong royong membersihkan saluran air dan sungai dari sampah agar aliran air tidak tersumbat sehingga menjadi bencana ketika hujan turun.

"Peralihan musim belum terjadi karena baru sebagian wilayah yang sudah turun hujan, namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus ditingkatkan termasuk melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan sungai di lingkungan tempat tinggal," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.