Pontianak (ANTARA) - Petinju kebanggaan Kalimantan Barat (Kalbar) Daud Yordan, kembali meraih kemenangan dengan menundukkan petinju Filipina, Adore Torres, dalam laga tinju profesional bertajuk Daud Yordan Promotion, Back to Champion 2026 di Gor A Yani Terpadu, Pontianak.

“Saya senang, setelah dua tahun vakum, hari ini saya masih bisa memenangkan pertarungan,” kata Daud seusai pertandingan di Pontianak, Minggu.

Daud mengakui kemenangan tersebut diraih dengan persiapan yang belum maksimal karena kesibukannya menjalankan amanat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). 

“Ini hanyalah 50 persen dari kemampuan saya. Saya pikir masih banyak yang bisa ditingkatkan. Saya sulit menemukan sasaran yang tepat sehingga pukulan-pukulan keras saya banyak yang belum mengenai sasaran,” ujarnya.

Menurut Daud, Adore Torres merupakan petinju tangguh yang memiliki kemampuan baik. Selain menghadapi lawan yang kompetitif, Daud mengaku harus beradaptasi karena naik dua kelas dari kelas yang sebelumnya ia jalani.

Ia menilai pertarungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kembali kemampuan setelah cukup lama tidak bertanding. Daud juga melihat kekuatan pukulannya mampu bersaing dengan lawannya meskipun masih memiliki sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.

Selain itu, Daud juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kalbar dan para pendukung yang hadir menyaksikan pertandingan tersebut. 

Ia menilai tingginya jumlah penonton, termasuk masyarakat yang datang dari luar Pontianak, menunjukkan besarnya dukungan terhadap olahraga tinju di daerah itu.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak untuk kemenangan malam ini,” katanya.

Melalui Daud Yordan Promotion, Daud juga berkomitmen menghadirkan pertandingan tinju berskala besar di Kalbar sekaligus membuka kesempatan bagi petinju muda untuk meniti karier profesional melalui pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan.

Ia meyakini Kalbar memiliki banyak petinju muda potensial yang membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya yakin anak-anak Kalimantan Barat punya banyak potensi dan banyak yang hebat. Jadi, mereka perlu didukung,” ujarnya.

Selain mengejar prestasi, Daud menegaskan tinju juga mengajarkan nilai persahabatan dan sikap saling menghormati di antara para atlet, meskipun mereka harus berhadapan sebagai lawan di atas ring.

“Tinju itu tentang persahabatan. Olahraga itu tentang sahabat. Kita bertarung di atas ring, tetapi kalau di luar ring, kita tetap sahabat. Itulah indahnya olahraga,” kata Daud.

Daud berharap dukungan pemerintah untuk mewujudkan laga melawan legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao, sekaligus mendorong perkembangan tinju profesional Indonesia.

Pewarta: Dedi dan Sucia Lucinda
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.