Dari batu bara jadi bensin, Bahlil siap jalankan arahan Presiden

Senin, 21 September 2026 17:32 WIB

Image Print

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin (21/9/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah batu bara menjadi bensin.

“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin.

Bahlil menyampaikan arahan Prabowo untuk membuat gas atau minyak dari batu bara berangkat dari pemikiran kondisi geopolitik yang tidak menentu.

“Salah satu antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.

Pemanfaatan batu bara untuk menjadi minyak telah berlangsung di sejumlah negara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan Jerman Timur pernah memanfaatkan teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara untuk mengolah emas hitam tersebut menjadi minyak.

Minyak yang dihasilkan dari batu bara itu, lanjut Tri, lantas digunakan untuk bahan bakar tank.

“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.

Baca juga: Anggota DPR soroti krisis energi Kalteng: Listrik menyala bergilir dan BBM antre

Meskipun demikian, ia sedang mengevaluasi kerja sama teknologi dan potensi batu bara Indonesia untuk menjadi minyak.

“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” kata Tri.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain, saat resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung akan membuat bensin dari batu bara, setelah berhasil membuat solar dari kelapa sawit.

Pewarta : Putu Indah Savitri
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.