Bagikan:
JAKARTA - PT Danantara Investment Management (DIM) menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua dapat dilakukan pada akhir kuartal III 2026.
"Kita harap nanti akan ada lagi groundbreaking, ya insya Allah, end of Q3 (kuartal III) ini semua juga sudah selesai, kurang lebih atau awal Q4 (kuartal IV)," ujar Chief Executive Officer (CEO) DIM Pandu Sjahrir dilansir ANTARA, Kamis, 16 Juli.
DIM bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua.
Seusai terpilih, Pandu menjelaskan kedelapan mitra tersebut akan melangsungkan proses power purchase agreement (PPA) dan financial close dengan Danantara, yang ditargetkan dapat selesai pada kuartal III atau kuartal IV tahun ini.
"Untuk tahap kedua, ini adalah seleksi mitra utama yang akan menjalankan dari sisi nanti PPA, yang paling penting nanti power purchase agreement dan financial close. Kita harap Q3 atau Q4 ini sudah selesai dan secara paralel kita juga melakukan tahap kedua ini," ujar Pandu.
Pandu menegaskan bahwa proyek PSEL tahap kedua ini kurang lebih prosesnya akan sama seperti tahap pertama.
"Dari sisi tim, kita sekarang sedang masuk finalisasi dari mereka untuk melakukan financial close. Ya, ini tentu dari sisi proses akan sama mirip dengan tahap pertama," ujar Pandu.
DIM bersama Denera telah menetapkan delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua dan seleksinya mencakup 8 lokasi pengembangan dan meliputi 20 kabupaten/kota, yang mana penetapan mitra terpilih pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.
Dari 85 daftar penyedia terseleksi (DPT), CEO) Denera Fadli Rahman menjelaskan terdapat 68 aplikasi untuk 8 lokasi proyek, yang mana berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi telah memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan.
Nantinya, mitra terpilih akan menerima conditional letter of award (CLoA), yang merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL.
Selain itu, mitra terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam CLoA dipenuhi seluruhnya, sementara mitra cadangan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif apabila mitra terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
BACA JUGA:
Setelah penerbitan CLoA, Fadli menegaskan masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju final letter of award, termasuk penyusunan feasibility study yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan joint venture company, dan penyelesaian dokumen komersial serta perolehan persetujuan pembiayaan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+