Dampak kasus keamanan anak, Meta bayar 18 miliar dolar AS

Jumat, 28 Agustus 2026 15:03 WIB

Image Print

ilustrasi - Logo Meta ditampilkan di layar ponsel di Ankara, Turkiye pada 25 Maret 2025. ANTARA/İsmail Aslandağ - Anadolu Agency /pri.

Jakarta (ANTARA) - Meta setuju membayar hingga 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp319 triliun serta memperketat pembatasan akses Facebook dan Instagram bagi remaja guna menyelesaikan tuntutan dari puluhan negara bagian di Amerika Serikat mengenai efek platform media sosialnya pada pengguna berusia muda.

Menurut siaran Engadget pada Rabu (26/8), Meta akan membayarkan dana itu untuk mendukung program-program keselamatan anak di dunia maya yang dijalankan oleh pemerintah di negara-negara bagian Amerika Serikat.

Perusahaan akan membayarkan 70 persen dari dana itu secara bertahap selama 10 tahun dan memberikan 30 persen sisanya (sekitar 5,3 miliar dolar AS) kalau TikTok dan YouTube menerapkan upaya pelindungan serupa.

Upaya pelindungan yang dimaksud mencakup pembatasan penggunaan aplikasi satu jam per hari, pembatasan akses pada malam hari, serta penerapan mekanisme verifikasi usia bagi anak berusia di bawah 18 tahun yang menggunakan platform mereka.

Meta setuju menerapkan sejumlah perubahan pada Facebook serta Instagram guna meningkatkan pelindungan bagi anak berusia di bawah 18 tahun yang menggunakan platform media sosial tersebut.

Perubahan yang akan dilakukan mencakup pembatasan penggunaan Facebook serta Instagram secara otomatis selama dua jam sehari bagi remaja. Batas waktu tersebut hanya dapat diubah oleh orang tua.

Meta juga akan menutup akses ke aplikasinya bagi remaja dari pukul 00.00 hingga 06.00 secara otomatis. Namun, orang tua tetap dapat menyesuaikan batasan tersebut.

Selain itu, remaja akan menerima peringatan setiap 15 menit kalau menggunakan aplikasi terus-menerus. Peringatan akan disampaikan pula setelah penggunaan aplikasi total mencapai 60 dan 90 menit dalam sehari.

Meta menyampaikan bahwa batas penggunaan dapat diperketat menjadi satu jam per hari untuk setiap aplikasi serta pemblokiran akses ke aplikasi bisa diperpanjang jadi dari pukul 22.00 hingga 07.00 jika TikTok dan YouTube menerapkan aturan serupa.

"Kami ingin memastikan remaja mendapatkan manfaat dari standar baru ini, tetapi kami tidak bisa melakukannya sendiri," kata Meta.

Meta sepakat menghentikan penyampaian notifikasi bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun pada malam hari dan selama jam sekolah, kecuali pesan langsung serta pemberitahuan terkait keamanan akun.

Perusahaan tidak akan menampilkan jumlah suka atau reaksi pada unggahan yang dilihat oleh remaja serta melarang penggunaan filter riasan ekstrem bagi remaja.

Pengguna berusia di bawah 18 tahun nantinya juga dapat memilih tampilan konten di beranda Facebook dan Instagram tanpa rekomendasi algoritma. Jadi, mereka hanya akan melihat unggahan dari akun yang memang mereka ikuti.

Orang tua atau wali dapat mengaktifkan fitur tersebut secara otomatis pada akun anak.

Meta akan menyediakan mekanisme pelaporan yang lebih baik berkenaan dengan konten-konten yang bisa membahayakan anak dan remaja.

Selain itu, perusahaan akan meningkatkan pengawasan untuk mengetahui apakah sebuah akun digunakan oleh orang berusia di bawah 18 tahun serta menghapus akun pengguna yang berusia di bawah 13 tahun dari platformnya.

Meta menyampaikan kesepakatan itu setelah Jaksa Agung California Rob Bonta bersama puluhan jaksa agung negara bagian lain mengajukan gugatan terhadap Meta pada 2023, setelah penyelidikan selama dua tahun.

Mereka menuduh Meta merancang sejumlah fitur Facebook dan Instagram yang mendorong anak-anak untuk menggunakan platform secara berlebihan.

Meta juga dituduh mengumpulkan data pribadi anak tanpa persetujuan orang tua dan menggunakan data tersebut untuk melatih model kecerdasan artifisial serta pembelajaran mesin.

Kelompok-kelompok advokasi menyambut baik kesepakatan penyelesaian berkenaan dengan gugatan yang disampaikan kepada Meta, menyebutnya sebagai momen penting bagi gerakan untuk melindungi anak-anak dari media sosial yang bersifat adiktif dan berbahaya.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha

Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.