Paris -

Kerusuhan di Paris, Prancis, membuat sejumlah wisatawan kecewa dan khawatir saat berlibur. Bahkan sejumlah wisatawan yang sudah merencanakan kunjungan ke Museum Louvre harus mengurungkan niat karena museum itu sempat ditutup.

"Lebih baik di rumah saja!" teriak seorang warga kepada kerumunan wisatawan di luar Museum Louvre.

Wisatawan asal Belanda, Peter, mengatakan kondisi Paris jauh dari bayangannya. Ia awalnya berharap bisa menikmati bangunan klasik, atap khas Prancis, dan kafe-kafe di sudut jalan. Namun, saat berkeliling dengan sepeda sehari sebelumnya, ia justru melihat bekas kerusuhan di sejumlah lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sungguh mengerikan. Puing-puing bekas kebakaran ada di mana-mana, begitu juga pecahan kaca di trotoar," jelas Peter, seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (22/10/2026).

Kerusuhan juga membuat wisatawan kecewa saat hendak mengunjungi Museum Louvre. Sekelompok kecil demonstran memblokir pintu masuk piramida kaca museum tersebut.

Banyak wisatawan yang terpaksa membatalkan rencana dan hanya berfoto di depan bangunan bekas istana itu. Misalnya, Anne dan suaminya, Pat Boland, yang menjadi salah satu pasangan yang mengalami kekecewaan.

Selain bagasi mereka hilang dalam perjalanan, penutupan Museum Louvre kembali menggagalkan rencana kunjungan mereka. "Ini benar-benar bencana," kata Pat sambil tertawa.

Anne mengatakan mereka pernah datang ke tempat itu tujuh tahun lalu tapi gagal masuk karena antrean terlalu panjang, meski sudah dua kali mengunjungi kawasan museum, mereka belum pernah melihat koleksi di dalamnya. Ia menambahkan mereka juga tidak ingin menentang para demonstran.

"Kami tidak ingin terlibat. Kami ingin menjauh dan tidak berada di dekat mereka," sambung Pat.

Dampak kerusuhan turut dirasakan wisatawan yang baru tiba. Sopir taksi di Bandara Internasional Charles de Gaulle memperingatkan penumpang bahwa perjalanan mereka bisa terhambat jika demonstran memblokir jalan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat juga meminta warganya berhati-hati, sementara sebuah surat kabar di Wales, Inggris, mempertanyakan keamanan Prancis bagi keluarga yang berencana berlibur saat libur sekolah.

Meski begitu, tidak semua wisatawan merasa terancam. Wisatawan asal Amerika Serikat, Glenda Manna, mengaku belum melihat sesuatu yang mengkhawatirkan. Tapi kekhawatiran justru datang dari keluarganya di rumah.

"Mereka terus meminta kami memberi tahu bahwa kami aman," ucap Manna.

(upd/wsw)