Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) - Produk Cokelat Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan merek Bultiya tembus pasar global dengan nilai transaksi mencapai Rp1,13 miliar melalui Business Matching yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI).
Atas capaian itu, Bupati Bulungan Syarwani menyambut baik dan menegaskan menangkap peluang tersebut dengan terus meningkatkan serta memperbaiki kualitas produk.
“Tentu peluang ini harus kita tangkap dan dengan catatan pasti akan memperbaiki atau pun meningkatkan kualitas produk kita,” ujar Bupati Syarwani di Tanjung Selor, Jumat.
Menurutnya peluang tersebut harus disambut baik oleh para pemangku kepentingan yang terkait dalam kegiatan-kegiatan pertanian cokelat, termasuk pengolahan cokelat yang ada di Bulungan.
Dengan demikian, kata dia, besar harapan ke depan tidak hanya di angka transaksi Rp1,13 miliar, tapi bisa lebih besar dari nilai transaksi yang difasilitasi BI jika semua sudah berjalan dan kualitas semakin baik.
“Kami sangat berterima kasih kepada BI yang sudah membuka jalan bagi para pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Bulungan termasuk memasarkan produk-produk UMKM seperti cokelat yang tembus pasar global,” ucap Syarwani.
Bupati Bulungan mengatakan, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam memasarkan produk-produk UMKM tidak hanya mengikuti bussines matching, tetapi saat ini juga sudah ada gerai UMKM Kabupaten Bulungan di Sarinah Mal Jakarta.
“Kebetulan untuk hasil olahan cokelat dan produk-produk UMKM Bulungan itu ada gerainya di Sarinah Mal Jakarta, lantai empat dan kita sudah resmikan bersama dengan Kementerian UMKM beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Agus Taufik menyebutkan UMKM Kaltara telah memperoleh capaian yang luar biasa dalam bussines matching eksport belum lama ini.
Kegiatan yang mempertemukan pembeli dan penjual tersebut, kata Agus Taufik, telah tercipta kesepakatan bisnis dengan buyer dari Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam senilai Rp2,95 miliar oleh sembilan UMKM terbaik Kaltara.
“Ada sembilan UMKM terbaik yang mencapai kesepakatan bisnis. Yang terbesar adalah produk Cokelat Bultiya dari Kabupaten Bulungan dengan nilai kesepakatan sebesar Rp1,13 miliar, kemudian ada Kerajinan Tas Batik Umbrella Craft dari Malinau dengan nilai kesepakatan Rp472 juta dan ada Dbaloy produk Bandeng Cabut Duri Tarakan dengan nilai kesepakatan Rp466 juta,” sebut Kepala KPwBI Provinsi Kaltara.
Pewarta: Agus Salam
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.