Liputan6.com, New Delhi - Seorang pria ditangkap setelah diduga mencoba membuka pintu darurat pesawat di tengah penerbangan Batik Air dari Kuala Lumpur menuju Kochi. Aksinya memicu kepanikan di antara para penumpang.

Polisi pada Kamis (6/8/2026) mengatakan insiden tersebut terjadi pada Rabu (5/8) malam saat pesawat masih mengudara.

Pria itu diidentifikasi sebagai Jamsheer Athanikkal, 36 tahun, warga asal Palakkad yang kini tinggal di Sreemoolanagaram. Berdasarkan laporan polisi atau FIR, ia menumpang penerbangan Batik Air OD231 dengan pesawat Boeing 737 dari Kuala Lumpur menuju Kochi.

Menurut laporan The Star, Jamsheer diduga merusak panel bagian dalam jendela pintu darurat dengan kakinya sebelum mencoba membuka paksa pintu tersebut. Ia juga dituduh mengancam penumpang lain dan awak kabin.

Situasi yang berpotensi membahayakan itu berhasil dikendalikan setelah sejumlah penumpang dan awak kabin segera turun tangan dan menahan Jamsheer.

Ia kemudian diamankan Kepolisian Kerala setelah pesawat tiba di Kochi pada Kamis dini hari.

Polisi membuka perkara berdasarkan pengaduan penanggung jawab keamanan Batik Air di Kochi. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

Jamsheer dijerat dengan Pasal 351(3) Bharatiya Nyaya Sanhita terkait intimidasi kriminal, Pasal 11A Aircraft Act karena melanggar ketentuan keselamatan atau keamanan penerbangan, serta Pasal 118(e) Kerala Police Act terkait tindakan yang membahayakan keselamatan publik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkapkan bahwa Jamsheer tidak berada di bawah pengaruh alkohol saat melakukan aksi nekatnya. Kepada penyidik, ia mengaku bertindak secara impulsif tanpa alasan yang jelas. Otoritas setempat kini tengah melakukan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan mental pelaku.

Seorang penumpang bernama Matty Mathew turut menceritakan kejadian tersebut melalui unggahan di media sosial yang disertai video.

Menurut Mathew, sebagian besar penumpang sedang tidur ketika mereka terbangun oleh suara bising seperti desiran udara kencang di dalam kabin. Saat itu, seorang penumpang yang duduk di baris pintu darurat disebut telah merusak bagian jendela dan mencoba mengutak-atik pintu.

Meski demikian, pintu darurat tidak sampai terbuka.

Para penumpang bersama awak Batik Air kemudian menahan pria tersebut sebelum situasi semakin memburuk.

"Itu pengalaman yang sangat menakutkan, tetapi syukurlah kami semua selamat," tulis Mathew.

Penangkapan tersebut terjadi hanya dua hari setelah insiden lain di udara yang melibatkan maskapai India.

Air India mengatakan penerbangan AI2379 dari Phuket, Thailand, menuju Delhi mengalami penurunan ketinggian secara tiba-tiba saat berada pada fase jelajah pada Selasa.

Pesawat yang membawa 137 penumpang dan delapan awak itu kemudian mendarat dengan selamat di Delhi.

Sebanyak 13 penumpang dan empat awak dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah insiden tersebut. Air India mengatakan timnya tetap berada di rumah sakit dan terus berkomunikasi dengan para penumpang serta awak yang terdampak untuk memberikan bantuan dan dukungan.

Air India telah melaporkan kejadian itu kepada regulator terkait dan produsen pesawat serta menyatakan akan bekerja sama dalam proses penyelidikan.

Menurut layanan pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat yang digunakan merupakan Airbus berusia tujuh tahun.

Air India menegaskan keselamatan penumpang dan awak tetap menjadi "prioritas utama". Maskapai tersebut menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak beserta keluarga selama penyelidikan berlangsung.