Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China dan Pakistan menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk segera menghentikan permusuhan serta kembali melanjutkan dialog, menurut pernyataan yang dikeluarkan Beijing pada Jumat.
Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Shanghai pada Rabu, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri China.
Dalam pertemuan itu, Wang dan Dar menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi saat ini serta mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan, berupaya mengatasi berbagai hambatan, menghilangkan gangguan, memulai kembali kontak, melanjutkan dialog, dan berupaya mencapai kesepakatan damai yang komprehensif melalui negosiasi.
Selain itu, mereka menilai masyarakat internasional perlu terus memberikan dukungan terhadap upaya-upaya tersebut.
Wang memuji peran mediasi Pakistan dan menegaskan bahwa tahap pertama nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad yang dicapai antara AS dan Iran merupakan hasil yang sulit diraih.
“Ketentuan inti dalam memorandum tersebut tidak hanya sejalan dengan kepentingan mendasar dan jangka panjang para pihak yang terlibat, tetapi juga memenuhi harapan bersama masyarakat internasional,” ujar Wang.
Ia menambahkan bahwa perdamaian kini berada di depan mata, dan tidak boleh kehilangan, apalagi membiarkannya lepas begitu saja.
“China, seperti biasa, akan mendukung upaya mediasi Pakistan dan akan terus memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan de-eskalasi dengan caranya sendiri,” kata Wang.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika AS dan Iran saling melancarkan serangan militer selama enam hari di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China, Pakistan desak AS dan Iran untuk menghentikan permusuhan
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.