Jakarta -
Aktor Jonathan Frizzy, mengungkap sisi paling kelam dalam hidupnya saat harus mendekam di balik jeruji besi selama enam bulan.
Pria yang akrab disapa Ijonk itu mengaku, mengalami guncangan mental yang luar biasa hebat akibat kondisi lingkungan penjara yang tidak manusiawi dan tekanan batin yang bertubi-tubi. Di titik tersebut, ia bahkan sempat kehilangan harapan untuk melanjutkan hidup.
Jonathan Frizzy merasa terjebak dalam situasi yang mustahil untuk dilewati, hingga muncul dorongan untuk mengakhiri nyawanya sendiri di dalam kamar tahanan yang sangat padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat mikir mau bunuh diri sih gitu. Sempat mikir tapi pakai apa ya gitu yang cepat ya. Karena di sana dilarang ada benda tajam, tali dilarang. Itu melawan diri sendiri tuh susah banget, parah sih," kata Jonathan Frizzy dalam podcast di channel Billy's Coffee Table dikutip detikcom, Minggu (19/7/2026).
Keadaan di dalam sel turut memperparah kondisi psikologisnya. Jonathan Frizzy menceritakan, bagaimana harus berbagi ruang sempit dengan puluhan narapidana lain, yang membuatnya merasa martabatnya sebagai manusia telah runtuh.
Fasilitas yang sangat minim membuatnya merasa sedang menjalani hukuman seperti di neraka.
"Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku gak bisa mandi, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa buang apa semuanya gak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih gitu," terang Jonathan Frizzy.
Jonathan Frizzy, terseret kasus pada Mei 2025 atas kasus penyalahgunaan vape yang mengandung obat keras berisi zat etomidate. Pada sidang putusan tanggal 22 Oktober 2025 di Pengadilan Negeri Tangerang, Majelis Hakim menyatakan bersalah dan menjatuhkan vonis 8 bulan penjara.
Ia telah bebas dari penjara sejak 7 Januari 2026. Ia resmi menghirup udara bebas setelah mendapatkan program Cuti Bersyarat dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.
(ahs/wes)