Bus Sekolah Jakarta juga tengah diarahkan menuju layanan transportasi publik yang lebih terintegrasi dengan ekosistem digital Pemprov DKI Jakarta.
Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta, Koharudin, mengatakan transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan sekolah agar tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga terintegrasi dengan sistem digital pemerintah daerah.
"Ke depan, layanan Bus Sekolah Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi bagi pelajar, tetapi berkembang menjadi layanan publik yang cerdas, terintegrasi, dan berbasis data. Melalui Identitas Digital Pelajar, setiap perjalanan dapat dipantau secara real time sehingga memberikan rasa aman bagi peserta didik maupun orang tua," ujar Koharudin, Kamis (6/8/2026).
Saat ini, layanan Bus Sekolah Jakarta dimanfaatkan ribuan pelajar setiap hari. Namun, Koharudin mengatakan pengelolaan data pengguna masih perlu diperkuat agar dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis data atau data driven policy, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan.
Menurut dia, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta penguatan konsep Smart Mobility di Ibu Kota.
"Data menjadi fondasi dalam penyelenggaraan transportasi modern. Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat mengetahui pola perjalanan pelajar, mengevaluasi kebutuhan layanan, mengoptimalkan rute, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan Bus Sekolah Jakarta," jelasnya.
Koharudin menegaskan pengembangan layanan berbasis identitas digital merupakan wujud komitmen Dishub DKI menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Kami ingin menghadirkan layanan angkutan sekolah yang lebih aman, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Harapannya, inovasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Smart Mobility yang mendukung Jakarta sebagai kota global serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta didik di DKI Jakarta," tandasnya.