Daftar Isi
Jakarta -
Ginjal menyaring sekitar 189 liter darah setiap hari, membuang limbah dan cairan berlebih melalui urine. Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu mengencerkan zat-zat seperti urea dan natrium, sehingga dapat menurunkan risiko batu ginjal, infeksi saluran kemih, serta kerusakan ginjal jangka panjang.
Berdasarkan penelitian yang dikutip oleh Kidney Research UK, minum air putih, khususnya, berpotensi memiliki efek perlindungan terhadap fungsi ginjal.
Pentingnya Asupan Air untuk Kesehatan Ginjal
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr Pringgodigdo Nugroho, jarang minum air putih dalam jangka panjang bisa berdampak buruk pada ginjal, tetapi bukan penyebab langsung gagal ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya bisa tapi bukan dengan langsung, secara langsung ya, karena setelah jangka panjang lagi, jangka panjang biasanya melalui kekurangan cairan yang kronik gitu kan namanya," katanya.
Kekurangan cairan dalam waktu lama dapat mengganggu fungsi ginjal secara bertahap dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan lainnya. Misalnya, penyakit ginjal yang berkaitan dengan kekurangan cairan tubuh akibat infeksi yang menyebabkan peradangan maupun batu ginjal.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memperburuk fungsi ginjal dalam jangka panjang. Karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan tubuh dengan minum air putih agar ginjal tetap berfungsi dengan baik.
"Biasanya bertahap gejalanya dan melalui penyakit yang lain misalnya jadi risiko infeksi berulang karena kekurangan cairan, salurannya berisiko infeksi. Kemudian ada batu ginjal karena kekurangan cairan jadi zat-zat pembentuk batu tinggi sehingga terjadi batu ginjal itu melalui hal tersebut," ujarnya.
Dikutip dari laman Kidney Research UK, dehidrasi, terutama dehidrasi kronis, mengakibatkan produksi urine dengan konsentrasi mineral dan produk limbah yang lebih tinggi. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan kristal yang memengaruhi fungsi ginjal dan berkontribusi terhadap penyakit ginjal tertentu, seperti batu ginjal.
Berapa Banyak Asupan Air yang Dibutuhkan Setiap Hari?
Dikutip dari Mayo Clinic, total asupan cairan harian, termasuk air, minuman seperti teh, kopi, sup, serta makanan dengan kandungan air tinggi, seperti buah-buahan, sebaiknya sekitar 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita.
Untuk air putih, asupan umum yang disarankan bagi orang dewasa adalah sekitar delapan gelas berukuran 230 ml atau total sekitar 2 liter.
"Kebutuhan air putih sehari sekitar 2 liter per hari. Tergantung kondisi badan," kata spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, Sp.PD-KGEH saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
Warna Urine Mengindikasikan Kesehatan Ginjal
Warna urine bisa mengindikasikan kondisi kesehatan ginjal. Simak beberapa warna urine dan kemungkinan penyebabnya.
1. Kuning Jernih-Gelap
Dikutip dari laman National Kidney Foundation, warna kuning jernih menunjukkan bahwa tubuh terhidrasi dengan baik, sedangkan warna kuning gelap menandakan kemungkinan tubuh kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi.
2. Merah-Cokelat
Urine berwarna merah muda atau merah tua dapat menunjukkan hematuria, yaitu adanya darah dalam urine. Warna-warna ini dapat menjadi tanda kerusakan ginjal.
Sementara itu, menurut ahli bedah urologi Dr Nipun AC, warna merah dan cokelat tua tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda awal kanker kandung kemih maupun kanker ginjal. Penyebab lainnya juga dapat berupa batu ginjal dan infeksi saluran kemih.
Dehidrasi dan Overhidrasi
Dehidrasi adalah kondisi saat seseorang kehilangan begitu banyak cairan, sehingga tubuh tidak bisa berfungsi normal. Hal ini terjadi saat seseorang berada dalam cuaca yang sangat panas dan mengeluarkan banyak keringat, atau dalam kondisi demam, diare, hingga muntah.
Sementara itu, overhidrasi menjadi istilah untuk asupan air yang berlebhan. Dikutip dari Healthline, overhidrasi dapat terjadi melalui dua hal, yaitu akibat mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan atau karena ginjal menahan terlalu banyak cairan di dalam tubuh.
Dalam kedua kondisi tersebut, kelebihan cairan dapat menyebabkan keracunan air (water intoxication atau water poisoning). Hal ini terjadi ketika volume air di dalam tubuh melebihi kemampuan ginjal untuk membuangnya, sehingga kadar elektrolit menjadi encer.
Saat kadar natrium terlalu encer, tubuh bisa mengalami hiponatremia (kondisi natrium di bawah batas normal), masalah utama dari overhidrasi. Ketika kadar natrium berkurang signifikan, cairan akan berpindah ke dalam sel-sel tubuh sehingga memicu peradangan.
(elk/kna)