AMBON (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Ambon menggandeng kepolisian untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).
Kepala Lapas Perempuan Ambon Hesta van Harling di Ambon, Senin mengatakan, koordinasi dengan kepolisian melalui kegiatan sambang menjadi bagian dari langkah preventif untuk mengetahui dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak awal.
"Kami terus mendorong terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas. Kegiatan sambang seperti ini menjadi langkah preventif sekaligus bentuk deteksi dini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban," kata dia.
Menurut dia, kondisi keamanan di dalam lapas membutuhkan kewaspadaan serta koordinasi lintas instansi karena potensi gangguan dapat muncul sewaktu-waktu dan perlu ditangani secara cepat dan terukur.
Karena itu, komunikasi secara berkala dengan aparat kepolisian diperlukan untuk bertukar informasi mengenai kondisi keamanan sekaligus menentukan langkah pencegahan apabila ditemukan potensi gangguan.
"Kami berharap melalui koordinasi yang berjalan secara rutin, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini sehingga situasi di Lapas Perempuan Ambon tetap aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.
Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui sambang Bhabinkamtibmas Polsek Baguala, Arlen Sopacua, ke Lapas Perempuan Kelas III Ambon pada Senin (5/10).
Dalam kegiatan itu, Bhabinkamtibmas berkomunikasi dengan jajaran pengamanan Lapas Perempuan Ambon, termasuk Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Komandan Jaga, serta Petugas Pintu Utama (P2U) Regu Pengamanan I.
Komunikasi tersebut membahas kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas sebagai bagian dari upaya membangun sistem pencegahan yang melibatkan jajaran pemasyarakatan dan kepolisian.
Hesta menegaskan keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan keterlibatan seluruh petugas serta dukungan aparat penegak hukum dalam melakukan pencegahan.
"Kami terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan terkait. Dengan begitu, apabila ada kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan, dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti," katanya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Baguala Arlen Sopacua mengatakan kegiatan sambang merupakan sarana untuk menjaga komunikasi dengan jajaran Lapas Perempuan Ambon sekaligus memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas.
"Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pihak Lapas. Kami berharap melalui koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diantisipasi sejak dini," ujarnya.
Ia mengatakan kepolisian akan terus menjalin komunikasi dengan jajaran Lapas Perempuan Kelas III Ambon sebagai bagian dari upaya bersama menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
Koordinasi antara Lapas Perempuan Ambon dan Polsek Baguala diharapkan tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan, tetapi menjadi langkah pencegahan melalui pertukaran informasi dan pemantauan kondisi keamanan secara berkala.
Upaya tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berlangsung dalam kondisi aman dan tertib, sekaligus mendukung perlindungan terhadap petugas maupun warga binaan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.