Bupati Temanggung tanam pohon di sekitar Embung Bansari

Jumat, 17 Juli 2026 22:18 WIB

Image Print

Bupati Temanggung Agus Setyawan menanam pohon di sekitar Embung Bansari, Kabupaten Temanggung, Jumat (17/5/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung Agus Setyawan menanam pohon di kawasan Embung Bansari di lereng Gunung Sindoro bersama siswa SMK Bhumi Phala (Mipha) Parakan.

"Ini adalah pendidikan karakter yang sangat baik agar kita semua semakin mencintai lingkungan," katanya di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat.

Ia menyampaikan apresiasi inisiatif SMK Mipha Parakan yang tidak hanya mengenalkan sekolah kepada peserta didik baru melalui kegiatan Fan Camp, tetapi juga mengajak mereka mencintai dan merawat lingkungan.

Pada kegiatan tersebut, SMK Mipha Parakan juga membagikan bibit tanaman 1.000 pohon kepada masyarakat di Bansari.

"Terima kasih kepada teman-teman dari SMK Mipha Parakan. Fan Camp tidak hanya mengenalkan sekolah dan destinasi wisata di Kabupaten Temanggung, tetapi juga melakukan kegiatan penanaman pohon," katanya.

Ia menegaskan Kabupaten Temanggung dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa sehingga seluruh masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawatnya sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Sebagai bentuk syukur atas anugerah alam yang diberikan Allah SWT, kita berkewajiban menjaga semuanya. Lingkungan harus kita rawat bersama agar tetap lestari," katanya.

Ia juga mengapresiasi program SMK Mipha Parakan yang mewajibkan setiap siswa kelas XII yang lulus menyiapkan satu bibit pohon. Bibit tersebut kemudian disalurkan kepada kelompok tani di Desa Bansari sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penghijauan.

"Anak-anak harus dikenalkan sejak dini bahwa lingkungan itu penting. Kita mulai dari sekarang, kita kampanyekan di berbagai kesempatan, termasuk melalui tradisi masyarakat, agar kesadaran merawat lingkungan terus tumbuh. Ini menjadi simbol bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama," katanya.

Kepala SMK Mipha Parakan Slamet Purwanto mengatakan bibit pohon yang diserahkan merupakan sumbangan dari siswa kelas XII yang telah lulus. Program tersebut menjadi simbol regenerasi sekaligus warisan kepedulian terhadap lingkungan bagi adik-adik kelasnya.

"Bibit pohon ini berasal dari kakak kelas tiga yang sudah lulus dan diteruskan kepada adik-adiknya sebagai bentuk regenerasi. Ini merupakan sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, kelompok tani, dan juga pecinta alam," katanya.

Menurut dia, menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama karena alam adalah titipan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

"Alam ini adalah titipan untuk anak cucu kita yang harus kita jaga kelestarian, kemurniannya, dan kelangsungan hidupnya. Kalau tidak kita mulai dari sekarang, lalu kapan lagi. Di tengah ancaman pemanasan global, Indonesia sebagai paru-paru dunia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan," katanya.

Ia menjelaskan 789 siswa baru turut dilibatkan dalam kegiatan yang diawali dengan penyerahan 1.000 bibit kopi.

Meski dimulai dari langkah kecil, ia optimistis gerakan tersebut akan membawa perubahan positif bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Kabupaten Temanggung.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.