Bupati: Srikandi Merdeka Cup di Kudus perkuat sektor sport tourism dan ajang promosi
Senin, 17 Agustus 2026 18:42 WIB
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Forkopimda, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dan Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono memotong pita untuk peresmian Srikandi Fair di Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Turnamen sepak bola putri Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinilai semakin memperkuat sektor "sport tourism" sekaligus ajang promosi potensi wisata daerah kepada warga negara asing, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.
"Kehadiran peserta dari sejumlah negara menjadi peluang bagi Kabupaten Kudus untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, sekaligus mendorong aktivitas perekonomian masyarakat," ujar dia usai membuka "Srikandi Fair" di Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus, Senin.
Sebelum membuka pameran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut, Sam’ani bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dan Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berjalan kaki dari Alun-Alun Kudus mengikuti Deville Srikandi Merdeka Cup 2026 menuju Lapangan Desa Rendeng.
Sam'ani menyebut Srikandi Merdeka Cup merupakan ajang internasional yang memberikan keberkahan bagi Kabupaten Kudus, karena tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga berdampak terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.
"Ini menjadi suatu keberkahan dan rahmat untuk Kabupaten Kudus. Di mana nanti Kabupaten Kudus sebagai sport tourism (pariwisata olahraga), mengangkat ekonomi, mengangkat prestasi, juga merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar dia.
Menurut dia penyelenggaraan turnamen tersebut memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha masyarakat. Sejumlah hotel, jasa persewaan kendaraan, kuliner, hingga UMKM turut mendapatkan manfaat dari kedatangan peserta dan pendukung turnamen.
"Termasuk hotel juga penuh, rental juga penuh, makanan-makanan juga penuh. UMKM kita juga dirangkul semuanya dalam rangka memberikan kesempatan untuk mereka melakukan aktivitas ekonomi," katanya.
Sam'ani juga mengapresiasi penyelenggara dan masyarakat Kudus yang ikut mendukung pelaksanaan turnamen internasional tersebut. Diharapkan Srikandi Merdeka Cup dapat terus digelar di Kudus sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian dan promosi daerah.
Sementara itu, Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kudus dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen, sehingga berjalan dengan lancar sampai dengan Minggu.
Ia mengatakan turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendorong pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Karena pembinaan sepak bola putri yang dilakukan secara berjenjang telah menunjukkan hasil positif.
Ia menyebut sekitar 99 persen pemain yang tampil di tim nasional putri Indonesia merupakan produk pembinaan dari kompetisi sepak bola putri yang diselenggarakan dalam ekosistem tersebut.
"Jadi ini sangat membanggakan dan akan menjadi contoh yang sangat baik bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia," ujar dia.
Teddy menambahkan penyelenggara masih akan membahas keberlanjutan Srikandi Merdeka Cup agar dapat kembali digelar secara rutin, baik setiap tahun maupun dua tahun sekali, dengan melibatkan PSSI dan AFF.
"Event ini akan menjadi agenda setahun atau dua tahun kah, nanti akan digodok dan direncanakan lagi dengan PSSI dan AFF," ujar dia.
Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah penonton yang hadir. Karena kapasitas Supersoccer Arena hanya sekitar 1.100 hingga 1.200 penonton. Untuk mengakomodasi masyarakat yang tidak dapat masuk ke stadion, pihak penyelenggara menyediakan layar lebar di area luar stadion.
Turnamen Srikandi Merdeka Cup yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus berlangsung mulai 14-23 Agustus 2026. Sedangkan pesertanya dari tujuh negara, mulai dari Indonesia sendiri, kemudian ada dari Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.
Baca juga: Bupati Kudus: Jadikan semangat kemerdekaan energi untuk membangun daerah
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.