Bupati Poso: Festival Danau Poso momentum teguhkan identitas budaya daerah
Jumat, 16 Oktober 2026 11:45 WIB
Bupati Poso, Sulawesi Tengah, Verna GM Inkiriwang menghadiri pembukaan Festival Danau Poso 2026 di Poso, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Poso, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Bupati Poso, Sulawesi Tengah Verna Gladies Merry Inkiriwang mengatakan Festival Danau Poso 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan identitas budaya daerah serta memperkuat persatuan masyarakat.
“Festival Danau Poso memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah pertunjukan. Festival ini adalah bagian dari perjalanan sejarah, identitas, kebanggaan, dan harapan masyarakat Poso untuk terus bergerak maju,” katanya pada kegiatan Festival Danau Poso 2026 di Poso, Jumat.
Festival Danau Poso berlangsung di Anjungan Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso selama tiga hari mulai dari 15-17 Oktober 2026.
Ia mengatakan festival yang pertama kali diselenggarakan pada 1989 tersebut bertujuan mempromosikan pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, kesenian, tradisi, dan keberagaman budaya Poso.
Ia menuturkan pelaksanaan festival sempat terhenti akibat konflik kemanusiaan pada awal 2000-an dan kembali digelar sebagai bagian dari kebangkitan pariwisata sekaligus untuk menunjukkan bahwa Poso merupakan daerah yang terbuka, aman, damai, dan layak dikunjungi.
Namun, pelaksanaan festival kembali terhenti pada 2020 dan 2021 akibat pandemi COVID-19.
Verna mengatakan penyelenggaraan Festival Danau Poso tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya dan persatuan masyarakat serta mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia mengatakan mengusung tema “The Power of Culture”, festival ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan strategis untuk membangun masa depan, memperkuat identitas, mempersatukan masyarakat, serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan.
"Kekayaan budaya Poso tercermin melalui adat istiadat, bahasa, tarian tradisional, musik, pakaian adat, kuliner, kerajinan, hingga berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan nilai Sintu Maroso, yang mengajarkan kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, dan hidup berdampingan dalam keberagaman, menjadi landasan untuk membangun Poso yang harmonis, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026