Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan kepada keluarga awak Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok yang hingga kini masih dalam pencarian, sekaligus memastikan pendampingan sosial bagi keluarga korban.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Kecamatan Brondong, Rabu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama proses pencarian masih berlangsung.

"Kami turut prihatin atas musibah hilang kontak awak KMN Entok. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Upaya pencarian masih terus dilakukan dan kita berharap seluruh korban segera ditemukan," katanya.

Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan kepada 18 keluarga awak kapal merupakan kolaborasi Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Lamongan dalam bentuk paket sembako dan uang tunai.

Selain bantuan, Pemkab Lamongan memastikan keberlanjutan perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan yang saat ini telah mencakup sekitar 24 ribu nelayan di Kabupaten Lamongan.

Selain itu, pemerintah setempat juga membuka akses Program Beasiswa Perintis bagi anak-anak keluarga awak KMN Entok agar pendidikan mereka tetap dapat berlanjut meski terdampak musibah.

Bupati juga mengapresiasi tim gabungan yang hingga kini masih melakukan pencarian terhadap KMN Entok beserta seluruh awak kapal.

Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan Blimbing Nur Wahid mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Lamongan dan berharap pendampingan kepada keluarga korban terus diberikan, baik melalui bantuan sosial, perlindungan sosial, maupun dukungan pendidikan hingga proses pencarian selesai.

Sebelumnya, KMN Entok dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, pada awal Juni 2026. 

Kapal tersebut membawa seorang nakhoda dan 19 anak buah kapal (ABK). Hingga kini, tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, Satpolairud, dan sejumlah instansi maritim masih melanjutkan upaya pencarian.

Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.