Bupati Jayawijaya bertatap muka dengan masyarakat jaga stabilitas

Selasa, 28 Juli 2026 12:20 WIB

Image Print

Bupati Jayawijaya Atenius Murib memberikan arahan pada kegiatan bersama tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan dan pemuda untuk mencari solusi sehingga Kabupaten Jayawijaya situasi kamtibmas tetap aman, di Wamena, Senin (27/7/2026). ANTARA/Yudhi Efendi

Wamena (ANTARA) - Bupati Jayawijaya Atenius Murib bertatap muka dengan dengan para tokoh masyarakat adat, agama, perempuan, pemuda dari 328 kampung dan empat kelurahan termasuk kehadiran 40 kepala distrik di daerah setempat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas.

Pertemuan Bupati Jayawijaya bersama dengan berbagai tokoh masyarakat untuk mencari solusi bersama menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan damai di daerah ini.

“Kami ingin mendengar masukan dalam mencari solusi supaya kamtibmas di Jayawijaya ini benar-benar terwujud, jangan lagi ada pertikaian yang menyebabkan korban jiwa dan harta,” kata Atenius Murib di Wamena, Senin.

Menurut dia, persamaan persepsi, pandangan antara pemerintah dan seluruh tokoh baik adat, masyarakat, perempuan, agama dan pemuda supaya Jayawijaya dapat benar-benar aman sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dengan baik.

“Kita harus menyamakan persepsi pola pikir kita tentang perkembangan di Jayawijaya saat ini untuk harus benar-benar aman dan terkendali dan tidak boleh terjadi konflik lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan visi misi selama lima tahun ke depan adalah Wamena harus menjadi damai, aman, nyaman dan indah (DANI).

“Kota Wamena saat ini belum sepenuhnya terwujud DANI, maka kami butuh dukungan semua elemen masyarakat dari 328 kampung, empat kelurahan dari 40 distrik untuk membantu pemerintah untuk mewujudkan daerah ini yang tentram,” katanya.

Dia mengajak seluruh masyarakat dari 40 distrik untuk bersama-sama mensukseskan program pembangunan lima tahun ke depan di Jayawijaya yang dinamai empat tiang honai.

“Empat tiang honai yang menjadi program utama yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan. Program ini dapat berjalan ketika daerah ini aman maka dibutuhkan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian,” ujarnya.

Hal ini menyusul situasi keamanan di Jayawijaya khususnya wilayah Wouma masih mencekam dan warga masih belum berani melakukan aktivitas sosial seperti biasa.

Tokoh adat, pemuda, perempuan Kabupaten Jayawijaya memberikan masukan kepada Pemkab Jayawijaya terkait proses penyelesaian konflik di daerah tersebut sehingga perang antarsuku tidak terulang kembali.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026