Martapura (ANTARA) - Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Saidi Mansyur mengapresiasi tim gabungan bersama masyarakat yang telah bergotong royong menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan di kabupaten itu. 

Saidi turun langsung memantau penanganan karhutla didampingi Kepala BPBD Banjar Wasis Nugraha, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Agus Siswanto di kawasan Jalan Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk pada Jumat (4/9) sore. 

Bupati mengatakan penanganan karhutla di kawasan tersebut terus dilakukan karena lokasi kebakaran berada di belakang permukiman warga, sehingga sangat membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.


Baca juga: Karhutla Banjar capai 1.192 hektare sejak status siaga darurat
 

"Kita bersama tim gabungan dibantu masyarakat melakukan pemadaman di daerah sana. Alhamdulillah sudah teratasi dan warga minta tolong untuk pemadaman atau pembasahan juga dilakukan di daerah rawan," ujarnya.

Menurut Saidi, kondisi lahan yang terbakar menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena api tidak hanya membakar semak belukar di permukaan, tetapi juga berpotensi menyebar melalui bagian dalam lahan dan sekitar akar pepohonan.

"Aliran apinya memang cukup susah dipadamkan karena berada di dalam kawasan yang tertutupi dan banyak pepohonan. Kondisinya berbeda dengan kebakaran yang terjadi di atas tanah," ungkapnya.

Disebutkan, lahan yang terbakar berada di belakang permukiman warga dan sebagian kawasan terdapat pemakaman yang ditumbuhi semak belukar, galam, serta pohon akasia sehingga menyebabkan titik api berpotensi kembali muncul meskipun sebelumnya berhasil dipadamkan.


Baca juga: Kodim 1006/Banjar siap bangun dua sumur bor setiap kelurahan tangani karhutla
Baca juga: BPBD Banjar perkuat respons cepat cegah karhutla meluas

 

Saidi turut melakukan pembasahan terhadap sejumlah bagian lahan yang masih mengeluarkan asap dibantu petugas menyambung selang untuk menjangkau titik-titik asap yang muncul dari dalam lahan, termasuk di sekitar akar pepohonan.

Bupati menegaskan pemerintah daerah bersama petugas gabungan yang terdiri atas beberapa unsur akan terus melakukan pemantauan sampai seluruh titik api di wilayah Kabupaten Banjar benar-benar terkendali.

"Setiap titik yang terbakar akan terus dipantau sampai asap tidak ada lagi terlihat di titik api yang ada di sekitar permukiman warga ini. Kondisi itu untuk mencegah munculnya kembali api yang bisa meluas," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Alfani (46), mengatakan kebakaran telah terjadi di kawasan tersebut sejak tiga hari sebelumnya. Meski sempat dipadamkan oleh warga bersama tim gabungan, api kembali menyala dan menimbulkan asap.

"Susah dipadamkan, kalaupun sudah padam, tapi asap muncul lagi, terbakar lagi. Tidurnya jadi tidak enak, karena was-was kalau malam api nyala lagi, karena lokasi berada di belakang rumah," ucapnya.

Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan bara api yang berada di dalam lahan tidak kembali memicu kebakaran hingga menjelang Magrib disiagakan sampai api benar-benar padam. 

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.