Bandung Barat (ANTARA) - Bupati Bandung Barat, Jawa Barat, Jeje Ritchie Ismail menerjunkan Inspektorat Daerah untuk mengaudit penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 02 Ngamprah yang kondisinya memprihatinkan.
"Nanti persoalan ini akan kami sampaikan kepada Inspektorat untuk melihat dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Khususnya berkaitan dengan penggunaan dana BOS," katanya di Bandung Barat, Senin.
Jeje mengaku prihatin melihat sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari toilet yang kotor, kaca pecah, papan tulis jebol, dinding mengelupas, keramik pecah, hingga atap dan plafon yang lapuk.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena SMPN 02 Ngamprah diketahui meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Jeje mengatakan penggunaan dana BOS semestinya dapat dioptimalkan untuk mendukung pemeliharaan fasilitas sekolah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk alokasi maksimal 20 persen untuk sarana dan prasarana.
"Harusnya bisa transparan. Dengan dana (BOS) yang ada, hal-hal kecil seperti kerusakan fasilitas bisa diperbaiki melalui pemeliharaan," ujarnya.
Pelaksana Tugas Inspektur Daerah KBB Yadi Azhar mengatakan pemeriksaan akan difokuskan pada penggunaan dana BOS SMPN 02 Ngamprah tahun anggaran 2026.
Berdasarkan hasil sementara, kata Yadi, SMPN 02 Ngamprah menerima dana BOS sekitar Rp1,3 miliar dari pemerintah pusat pada 2026, dengan alokasi 20 persen untuk pengadaan sarana dan prasarana.
"Sebesar 20 persen dari Rp1,3 miliar digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana. Kalau diuangkan, nilainya sekitar Rp274 juta untuk pengadaan sarana dan prasarana pada tahun 2026 ini," ungkapnya.
Yadi menambahkan, Inspektorat akan menugaskan Inspektur Pembantu untuk mendalami proses penggunaan dana tersebut, terutama alokasi sarana dan prasarana serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
"Kemudian, berkaitan dengan proses penggunaannya seperti apa, itu yang akan kita dalami. Kita akan menjalankan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.