Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Besar H Muharram Idris mendukung penuh terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Raya.
"Perjuangan pemekaran tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi harus diperkuat dengan konsolidasi seluruh elemen masyarakat," katanya di Darul Imarah, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela bertemu panitia, tokoh dan pengurus Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Raya dan turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti.
Ia optimistis peluang pemekaran semakin terbuka dan meminta seluruh panitia serta elemen masyarakat mempersiapkan diri menghadapi momentum tersebut.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran pemuda, mahasiswa dan perempuan Aceh Raya serta membuka ruang bagi tokoh masyarakat, pengusaha dan kelompok lainnya untuk terlibat.
“Saya menyakini pemekaran ini sudah tidak lama lagi, kalau kita tidak siap maka akan tertinggal,” kata Muharram.
Menurutnya, pemerintah pusat mulai membuka ruang komunikasi dengan daerah-daerah yang memiliki aspirasi pemekaran. Daerah yang memiliki hajat pemekaran telah diundang dalam agenda bersama DPR RI, DPD RI dan Kementerian Dalam Negeri.
Momentum tersebut, kata Bupati, harus dimanfaatkan Aceh untuk menyatukan suara dan membangun kolaborasi antar kabupaten/kota.
“Kita perlu berkolaborasi dengan kabupaten kota yang lain di Aceh supaya satu suara untuk pemekaran,” katanya.
Muharram juga mengaku dirinya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait peluang pencabutan moratorium pemekaran, termasuk anggota DPR RI M. Nasir Djamil dan jajaran Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, memang ada perhatian terhadap wilayah Aceh yang memiliki cakupan luas, termasuk Aceh Besar, untuk memperoleh ruang dalam agenda pemekaran.
Bupati menilai pemekaran Aceh Raya dari Aceh Besar memiliki dasar yang kuat, terutama untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Luas wilayah Aceh Besar selama ini menjadi tantangan dalam pembinaan gampong, pengawasan, pembangunan dan pemerataan pelayanan dasar.
“Makanya kita layak untuk dimekarkan, sehingga layanan dasar kepada masyarakat juga akan lebih baik,” katanya.
Muharram meminta dua unsur kepanitiaan yang selama ini bergerak, baik panitia percepatan yang dibentuk pemerintah daerah maupun panitia dari tujuh kecamatan, untuk saling membuka diri dan memperkuat koordinasi.
Ia juga mengajak seluruh pihak menggalang persatuan, dukungan dan berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat proses pemekaran.
Menurutnya, kesiapan Aceh Raya harus dibangun secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi dokumen, tetapi juga kesiapan masyarakat dan sumber daya pendukung lainnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti juga mendukung penguatan kembali peran pemuda dan mahasiswa Aceh Raya. Ia menilai generasi muda harus kembali dilibatkan dalam perjuangan pembangunan daerah.
“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan bahwa pemuda dan mahasiswa Aceh Raya itu harus dibentuk kembali,” katanya.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.