Bulog Wamena miliki 44 agen di Jayawijaya untuk distribusi beras SPHP
Senin, 31 Agustus 2026 04:57 WIB
Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Wamena Dedi Rahman diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan terkait jumlah agen Bulog di Wamena. ANTARA/Yudhi Efendi.
Jayawijaya, Papua Pegunungan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memiliki 44 agen di wilayah itu untuk mendukung pendistribusian beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Wamena Dedi Rahman di Wamena, Sabtu, mengatakan 44 agen yang membantu pendistribusian beras program pemerintah itu telah terdaftar di Perum Bulog Wamena.
“Agen-agen ini menjadi mitra Bulog dalam penyaluran beras program pemerintah yaitu Program SPHP yang disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Menurut Dedi, jatah atau banyaknya beras pemerintah melalui program SPHP yang diberikan oleh Bulog kepada setiap agen itu sama besarnya.
“Kebijakan yang kami ambil untuk semua agen yang terdaftar, mereka memperoleh jatah beras sebanyak 1 ton dan tidak bisa lebih meski mereka mampu membelinya dengan jumlah banyak tetapi dibatasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan beras pemerintah melalui program SPHP dijual kepada masyarakat sesuai aturan yang harus diikuti yakni Rp13.500 per kilogram.
“Harga Rp13.500 per kilogram sesuai kebijakan secara nasional yaitu harga eceran tertinggi (HET) yang maka pihak agen menjual kepada masyarakat sesuai ketentuan tersebut,” katanya.
Dia menambahkan agen dengan menjual sesuai HET Rp13.500 telah memperoleh keuntungan setiap kilogramnya sebesar Rp1.900 karena harga dari Bulog kepada agen Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per lima kilogram.
“Harga tebus beras SPHP dari Bulog ditetapkan sebesar Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 untuk kemasan 5 kilogram. Jadi setiap kilogram ketika agen jual kepada masyarakat sesuai HET mereka telah memperoleh keuntungan Rp1.900,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026