Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mengoptimalkan penyaluran Minyakita melalui sejumlah mitra sebagai upaya menjaga pasokan di pasar untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah tersebut.

"Kami terus meningkatkan kuota penyaluran Minyakita kepada sejumlah mitra, guna menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Selasa.

Budi mengatakan penyaluran Minyakita melalui sejumlah mitra ditargetkan mencapai tiga juta liter pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan realisasi pada Juli yang mencapai 2,3 juta liter.

Ia mengatakan peningkatan penyaluran Minyakita dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti dinas perdagangan, produsen, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), serta Rumah Pangan Kita (RPK).

"Selain itu, penyaluran juga diperluas hingga ke warung-warung dan toko grosir agar distribusi Minyakita semakin merata dan mudah diakses masyarakat," katanya.

Budi mengimbau masyarakat membeli Minyakita di toko atau gerai yang memasang spanduk atau logo Bulog, agar memperoleh produk sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

"Jika masyarakat menemukan Minyakita dijual di atas HET, sebaiknya tidak membelinya. Carilah toko yang menjual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bulog Sumut juga terus mengawasi kualitas Minyakita melalui pengendalian mutu yang diterapkan oleh para produsen.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan proses "higienitas" dan keamanan pangan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas Minyakita yang beredar di pasaran.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.