Kabupaten Bogor (ANTARA) - Universitas Djuanda (Unida) membekali mahasiswa baru dengan kecakapan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bijak yang diimbangi dengan penguatan karakter tauhid.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Lukman mengatakan perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan mahasiswa sebagai sarana meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan kapasitas manusia.

“Teknologi bukan untuk menggantikan kalian. Teknologi harus kalian berdayakan untuk meningkatkan kemampuan kalian,” katanya saat memberikan pembekalan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unida di Kabupaten Bogor, Senin.

Menurut dia, perkembangan AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, serta tanggung jawab agar mahasiswa tetap memiliki daya saing.

Lukman juga mendorong mahasiswa mengembangkan pengalaman di luar ruang kuliah melalui kegiatan organisasi, seminar, kompetisi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa unggul adalah mahasiswa yang berdampak dan memiliki relasi,” ujarnya.

Selain kecakapan teknologi, Unida menanamkan nilai akhlak dan ketauhidan kepada mahasiswa baru melalui penerapan 21 Karakter Tauhid sebagai fondasi dalam menjalani pendidikan tinggi.

Dewan Pengawas Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Bambang Widjojanto mengatakan pendidikan tinggi tidak semata-mata menjadi jalan memperoleh gelar, tetapi juga ruang untuk membangun ilmu, akhlak, adab, dan kebermanfaatan.

Ia mendorong mahasiswa menguasai berbagai kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti pemrograman atau coding, kemampuan berbicara di depan umum, adaptasi teknologi, dan keterampilan profesional lainnya.

“Unida memiliki 21 Karakter Tauhid. Kalian akan dipersiapkan menjadi mahasiswa yang memiliki adab dan akhlak sehingga nantinya mampu menjadi calon pemimpin bangsa,” katanya.

Kanselir Unida Prof. Martin Roestamy menjelaskan 21 Karakter Tauhid tersebut terbagi dalam empat dimensi, yakni kearifan lokal, nasional, internasional, dan spiritual yang bermuara pada akhlakul karimah.

Penguatan karakter itu menjadi bagian dari Djuanda Muda Strategic Blueprint yang menggambarkan perjalanan mahasiswa melalui empat tahapan, yaitu Kuliah Gembira, Masa Depan Sejahtera, Hari Tua Bahagia, dan Pulang Masuk Surga.

Menurut Martin, Unida juga menyiapkan ekosistem pendukung bagi mahasiswa melalui penguatan jejaring, pelayanan akademik, fasilitas pembelajaran, serta ruang aman konseling.

Sementara itu, Rektor Unida Prof. Siti Pupu Fauziah mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Djuanda. Hari ini menjadi awal perjalanan baru kalian sebagai mahasiswa,” ujar Siti.

PKKMB Unida Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung selama tiga hari dengan mengusung tema “Embracing the World, Attaining the Hereafter”. Kegiatan tersebut diisi dengan pengenalan lingkungan akademik serta pembekalan mengenai karakter, teknologi, dan pengembangan diri.

Pewarta: Antara
Uploader : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.