Bulog NTT menyalurkan 21.676 ton beras SPHP untuk menjaga harga pangan

Senin, 7 September 2026 15:06 WIB

Image Print

Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K Kanam (tengah) meninjau penyaluran beras SPHP di Pasar Inpres Naikoten, Kupang, NTT.  ANTARA/HO-Kanwil Bulog NTT

Kupang, NTT (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan 21.676 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang Januari hingga September 2026 untuk menjaga ketersediaan dan membantu stabilisasi harga beras di masyarakat.

Pemimpin Perum Bulog NTT Arrahim K Kanam di Kupang, NTT, Senin mengatakan penyaluran tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui pasar-pasar dan jaringan ritel di berbagai wilayah NTT.

"Bulog NTT terus memastikan beras SPHP tersedia dan tersalurkan kepada masyarakat. Kami mengoptimalkan penyaluran ke pasar dan ritel agar pasokan tetap tercukupi serta masyarakat dapat memperoleh beras dengan mudah sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga September 2026, Bulog NTT telah menggelontorkan beras SPHP sebanyak 21.676 ton ke pasar-pasar di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan tersebut.

Penyaluran tersebut merupakan langkah nyata Bulog untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap beras dengan pasokan yang memadai.

Khusus selama Agustus 2026, Bulog NTT telah menyalurkan sebanyak 3.915 ton beras SPHP.

"Penyaluran dilakukan melalui berbagai saluran yang telah ditetapkan, agar beras dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mendukung stabilitas pasokan di tingkat konsumen," ujar dia.

Arrahim mengatakan selain menjaga kelancaran distribusi, Bulog NTT terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebutuhan dan penyaluran beras di berbagai kabupaten/kota.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku pasar, jaringan ritel, serta pemangku kepentingan terkait juga terus diperkuat untuk mendukung efektivitas program SPHP dan menjaga stabilitas pasokan serta harga beras di NTT.

"Bulog NTT menegaskan komitmen untuk terus hadir dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dengan stok yang tersedia dan penyaluran SPHP yang terus berjalan, Bulog NTT akan mengoptimalkan distribusi beras ke pasar dan ritel sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan di NTT," kata Arrahim.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.