Moehamad Dheny Permana

| 22 Oktober 2026, 20:15 WIB

Bukti Keberpihakan Pemerintah ke Buruh: Upah Naik 6,5 Persen, Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, usai dilantik di Istana Negara. - Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpihak kepada buruh.

Ia menyoroti kenaikan rata-rata upah pekerja serta kebijakan potongan aplikasi bagi pengemudi ojek online (ojol).

Syahganda menyebut rata-rata kenaikan upah buruh pada era pemerintahan Prabowo mencapai 6,5 persen.

Angka tersebut, menurut dia, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan upah pada pemerintahan sebelumnya yang disebutnya sekitar 1 persen.

“Presiden kita itu sudah pastilah cinta buruh. Bagaimana membuktikannya? Upah, rata-rata 6,5 persen naiknya. Di era lalu rata-rata 1 persen,” ujar Syahganda saat menerima audiensi perwakilan buruh di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Meski demikian, ia mengakui persoalan pengupahan masih menghadapi tantangan di sejumlah daerah.

Kenaikan upah, kata dia, juga diiringi kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah perusahaan.

Karena itu, Syahganda menilai reformasi struktural perlu terus dikawal agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan oleh para pekerja.

“Itu kan memang ada persoalan-persoalan yang memang kita harus tetap kawal. Karena reformasi struktural itu nggak bisa cuma di atas. Itu harus kita kawal. Kalau kita bagian dari gerakan revolusi, makanya saya selalu bilang Bapak Prabowo adalah pemimpin besar revolusi,” jelasnya.

Selain persoalan upah, Syahganda menyoroti kebijakan potongan aplikasi bagi pengemudi ojol.

Ia menyebut potongan sebesar 8 persen membuat pengemudi dapat menerima 92 persen dari tarif yang dibayarkan konsumen.

Menurut dia, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan pengemudi ojol.

Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Diapresiasi, tapi Praktik Kongkalikongnomic Masih Jadi Sorotan, Apa Itu?